Imbas Minyak, Exxon Mobil Kehilangan Peringkat sejak 1930

Kompas.com - 27/04/2016, 12:00 WIB
Ilustrasi: Pengeboran Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, diresmikan Selasa (30/4/2013), yang ditandai dengan penekanan sirine, antara lain oleh Vice President Public and Government Afair exxon Mobile Cepu Limited Erwin Maryoto, Asisten Bupati Bojonegoro Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Nono Purwanto, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Rudi Rubiandini. Pengeboran sumur minyak itu menggunakan pompa pengeboran (drilling rigs) buatan anak negeri, yakni yang dibuat oleh PT Citra Tubindo Engineering di Batam. Pompa itu mampu mengebor sampai kedalaman 6.000 meter dan mudah dioperasikan atau dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya. Sebanyak 42 sumur di Lapangan Banyu Urip yang akan dieksplorasi menggunakan pompa tersebut. Pemerintah menargetkan Lapangan Banyu Urip bisa memproduksi 165.000 barrel minyak per hari, atau menyumbang 17 persen dari total produksi nasional yang kini 830.000 barrel per hari.
KOMPAS/RINI KUSTIASIHIlustrasi: Pengeboran Lapangan Banyu Urip di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur, diresmikan Selasa (30/4/2013), yang ditandai dengan penekanan sirine, antara lain oleh Vice President Public and Government Afair exxon Mobile Cepu Limited Erwin Maryoto, Asisten Bupati Bojonegoro Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Nono Purwanto, dan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK MIgas) Rudi Rubiandini. Pengeboran sumur minyak itu menggunakan pompa pengeboran (drilling rigs) buatan anak negeri, yakni yang dibuat oleh PT Citra Tubindo Engineering di Batam. Pompa itu mampu mengebor sampai kedalaman 6.000 meter dan mudah dioperasikan atau dipindahkan dari satu sumur ke sumur lainnya. Sebanyak 42 sumur di Lapangan Banyu Urip yang akan dieksplorasi menggunakan pompa tersebut. Pemerintah menargetkan Lapangan Banyu Urip bisa memproduksi 165.000 barrel minyak per hari, atau menyumbang 17 persen dari total produksi nasional yang kini 830.000 barrel per hari.
|
EditorAprillia Ika

NEW YORK, KOMPAS.com - Kondisi harga minyak yang jatuh ternyata harus dibayar mahal oleh Exxon Mobil Corp. Perusahaan itu kini harus rela kehilangan peringkat kredit bergengsi yang dipegangnya sejak Great Depression pada era 1930-an silam.

Pada Selasa (26/4/2016) waktu setempat, lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) mencopot Exxon dari peringkat AAA. Akhirnya, S&P memberikan peringkat AAA+ untuk Exxon, sama seperti peringkat pemerintah Amerika Serikat.

Sebelum "turun kasta", Exxon berbagi peringkat bergengsi AAA tersebut hanya dengan Microsoft Corp dan Johnson & Johnson. Meski demikian, pihak Exxon menyatakan tidak ada yang berubah dari kinerja Exxon terkait penurunan peringkat tersebut.

"Tidak ada yang berubah dalam hal filosofi keuangan perusahaan atau manajemen yang pruden terkait neraca kinerja. Exxon Mobil meletakkan nilai yang tinggi pada posisi kredit yang kuat dan terus fokus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham di tengah volatilitas pasar," kata Scott Silvestri, juru bicara Exxon.

S&P mempertanyakan keputusan Exxon untuk membelanjakan 54 miliar dollar AS demi buyback saham sejak tahun 2012.

Preferensi Exxon untuk mengembalikan dana tunai kepada pemegang saham dapat mengganggu kemampuan untuk menjaga kas maupun membayar utang.

"Tingkat utang perusahaan telah naik lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun silam, merefleksikan belanja modal yang tinggi," ujar S&P. Exxon, kata S&P, juga berhadapan pada tantangan untuk menemukan inovasi baru guna menggantikan sumur minyak lama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahun lalu, Exxon hanya menemukan minyak baru untuk menggantikan 67 persen dari produksinya.

"Dalam pandangan kami, tantangan bisnis terbesar Exxon adalah menggantikan produksi yang sedang berjalan," tutur S&P. 

Kompas TV Bagaimana Harga Minyak Terbentuk?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Bloomberg
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.