Kompas.com - 29/04/2016, 18:51 WIB
Struktur Pendukung Penambat (MSS) berbobot 1.027 ton karya PT Rekayasa Industri (Rekind). Peralatan ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia. Catatan menunjukkan, infrastruktur jenis ini akan menjadi pendukung kapal jenis penyimpanan terapung untuk mengubah gas alam cair menjadi gas kembali (FSRU). PT Perusahaan Gas Negara, misalnya, menjadi salah satu yang mengoperasikan kapal FSRU.   
RekindStruktur Pendukung Penambat (MSS) berbobot 1.027 ton karya PT Rekayasa Industri (Rekind). Peralatan ini merupakan yang pertama dibangun di Indonesia. Catatan menunjukkan, infrastruktur jenis ini akan menjadi pendukung kapal jenis penyimpanan terapung untuk mengubah gas alam cair menjadi gas kembali (FSRU). PT Perusahaan Gas Negara, misalnya, menjadi salah satu yang mengoperasikan kapal FSRU.
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Tiga proyek yakni pembangungan pipanisasi lepas pantai (offshore) dan menara tambat perekayasaan, pengadaan, dan konstruksi (EPC) 3 serta proyek fasilitas infrastruktur EPC 5 di lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Bojonegoro, Jawa Timur rampung. Informasi ihwal tuntasnya proyek-proyek itu disampaikan pihak Rekayasa Industri dalam siaran persnya hari ini.

Berkenaan dengan hal ini, Rekayasa Industri melalui Direktur Utama Jobi Triananda Hasyim menerima penghargaan bertajuk “In Appreciation for Safe Execution of The Banyu Urip EPC 3 and 5 Offshore Pipeline & Mooring Tower and Infrastructure Facilities” yang diberikan oleh Ketua Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI), Mochammad Iqbal  di Jakarta, pada Kamis kemarin.

Sementara itu, catatan dari laman esdm.go.id menunjukkan sesuai rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD), investasi di Proyek Banyu Urip mencapai US$ 2,525 miliar dollar AS.Rincian investasi itu digunakan untuk pembangunan fasilitas produksi sebesar 2,188 miliar dollar AS dan pengeboran sumur sebanyak 337 juta dollar AS.

Kemudian, pembangunan fasilitas dibagi ke dalam lima kontrak EPC yakni fasilitas produksi utama (Central Production Facility/CPF), pipa darat (onshore) 72 kilometer, pipa laut (offshore) dan menara tambat (mooring tower), Floating Storage Off-loading (FSO), serta fasilitas infrastruktur.  

Cadangan minyak dan gas bumi (migas) di Blok Cepu ditemukan sejak 2001. Cadangan minyak di Lapangan Banyu Urip diperkirakan sebesar 450 juta barel. Pada masa produksi puncak, Lapangan Banyu Urip memiliki desain kapasitas produksi hingga 165 ribu barel minyak per hari.

Rekind Direktur Utama PT Rekayasa Industri (Rekind) Jobi Triananda Hasjim (kanan) saat menerima penghargaan “In Appreciation for Safe Execution of The Banyu Urip EPC 3 and 5 Offshore Pipeline & Mooring Tower and Infrastructure Facilities” yang diberikan oleh Ketua Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI), Mochammad Iqbal (kiri) di Jakarta, pada Kamis (28/4/2016).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.