Rizal Ramli: Negara-negara Maju Itu Miskin SDA tetapi Kembangkan SDM...

Kompas.com - 11/05/2016, 17:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli saat acara Rakernas PHRI di Nusa Dua Bali,Kamis(21/4/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARIMenteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli saat acara Rakernas PHRI di Nusa Dua Bali,Kamis(21/4/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Perekonomian negara-negara Asia saat ini sangat bervariasi, mulai dari negara kurang berkembang, berkembang, sampai negara maju.

Bahkan, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengatakan, ada beberapa negara yang ekonominya "terbang" karena saking melesatnya pendapatan per kapita masyarakatnya.

Pada tahun 1960-an akhir, pendapatan per kapita masyarakat negara-negara di Asia di bawah 100 dollar AS, seperti China, Taiwan, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, dan Thailand.

Namun, 50 tahun kemudian, negara-negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia.

Dalam kurun waktu 50 tahun, pendapatan per kapita Korea Selatan melesat ke 35.000 dollar AS.

Sementara itu, beberapa yang lain melesat mencapai 15.000 dollar AS.

"Kita terakhir hanya 3.500 dollar AS per kapita. Lho kok bisa, dalam waktu 50 tahun ada negara yang 'terbang' masuk kategori negara maju, ada negara yang masih tetap?" kata Rizal, di Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rupanya, kata Rizal, setelah dianalisis, ada dua sebab utama yang membuat perekonomian negara bisa sangat maju atau stagnan.

Yang pertama, soal sumber daya manusia (SDM).

"Negara-negara yang maju enggak punya SDA (sumber daya alam), jadi fokus dalam pengembangan SDM. Akhirnya, manusia yang terdidik inilah yang mengubah bangsanya," kata Rizal.

Atas dasar inilah, Rizal mengatakan, pemerintahan Jokowi akan mulai serius mengembangkan SDM, salah satunya melalui program pelatihan vokasional.

Kedua, sebuah negara bisa maju atau tidak tergantung pada cara mengelola SDA.

Menurut Rizal, selama masih menggunakan paradigma lama, yakni keruk-tebang-tangkap lalu ekspor, Indonesia tidak akan masuk dalam golongan negara maju.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Bos Evergrande Xu Jiayin, Sempat Jadi Orang Terkaya China Kini Terancam Bangkrut

Profil Bos Evergrande Xu Jiayin, Sempat Jadi Orang Terkaya China Kini Terancam Bangkrut

Whats New
[POPULER MONEY] Suyanto Gondokusumo Heran Ditagih Utang BLBI | Menaker: Subsidi Gaji Tak Ada Biaya Admin

[POPULER MONEY] Suyanto Gondokusumo Heran Ditagih Utang BLBI | Menaker: Subsidi Gaji Tak Ada Biaya Admin

Whats New
Tanggulangi Sampah, Hamish Daud dkk Ciptakan Octopus, Apa Itu?

Tanggulangi Sampah, Hamish Daud dkk Ciptakan Octopus, Apa Itu?

Whats New
Sosok Ideal Dirut Pelindo Bersatu

Sosok Ideal Dirut Pelindo Bersatu

Whats New
Cek Rincian Tarif Tol Surabaya-Madiun 2021

Cek Rincian Tarif Tol Surabaya-Madiun 2021

Spend Smart
Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Pelamar CPNS Tak Lolos Passing Grade, BKN: Jangan Patah Semangat

Work Smart
Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.