Harga Jual Sapi di Kabupaten Semarang Anjlok, Apa Sebabnya...?

Kompas.com - 18/05/2016, 18:45 WIB
Salah seorang peternak sapi perah di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur saat memberi makan ternaknya, Kamis (14/4/2016) KOMPAS.com / Andi HartikSalah seorang peternak sapi perah di Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur saat memberi makan ternaknya, Kamis (14/4/2016)
|
EditorAprillia Ika

UNGARAN, KOMPAS.com - Harga sapi hidup di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah menjelang Ramadhan tahun ini terus merosot. Hal ini membuat para peternak bimbang untuk melepas sapinya dipasaran.

Kecenderungan harga sapi hidup yang terus melorot ini diperkirakan karena pasokan sapi dipasaran membludak. Para peternak banyak yang akan menjual sapinya untuk kebutuhan persiapan Lebaran dan tahun ajaran baru sekolah, yang tahun ini akan jatuh hampir bersamaan.

Salah satu asal kecamatan Getasan, Mulyono (51) mengaku ragu untuk melepas sapi-sapinya dengan kondisi harga yang kurang prospektif saat ini.

"Sudah capek-capek dibawa kesini. Mau dilepas untungnya tak seberapa, tapi kalau tak dijual, ini kebutuhan untuk mendaftar sekolah sudah mendesak," ungkap Mulyono, saat dijumpai di Pasar Hewan Ambarawa, Rabu (18/5/2016).

Senada, Cahyo (43), pedagang hewan asal Kecamatan Bawen mengatakan, kondisi sekarang ini mirip yang terjadi pada masa menjelang bulan puasa tahun lalu, yang membuat para peternak bimbang untuk melepas sapinya ke pasaran.

Penyebabnya tidak lain karena jumlah sapi yang ada di pasaran semakin banyak. "Saat ini banyak petani atau peternak yang menjual sapi langsung ke pasar hewan," ujarnya.

Akibat pasokan yang melimpah, jelasnya, harga sapi di pasaran saat ini anjlok. Terutama untuk sapi potong hidup, harganya bisa turun hingga Rp 7 ribu per kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sebelumnya mencapai Rp 47 ribu per kilogram kini menjadi Rp 40 ribu per kilogram. Penurunan harga ini cukup berarti jika mengingat berat satu ekor sapi potong hidup yang siap jual bisa mencapai minimal 350 kilogram.

Sementara harga sapi non potong, saat ini juga turun rata- rata Rp 1 juta per ekor. "Sapi non potong ini, seperti sapi perah dan sapi bakalan yang biasa untuk digemukkan," ujarnya.

Melihat kondisi seperti ini, imbuh Mulyono, para peternak cenderung menahan diri untuk tidak menjual sapi kepada para pedagang di pasar hewan Kabupaten Semarang ini.

Meski demikian tak dipungkiri sebagian peternak tetap melepas sapinya, karena terdesak kebutuhan hidup. "Mereka terpaksa melepaskan karena butuh dana untuk tahun ajaran baru," imbuhnya.

Kompas TV Wapres Janji Beri 500 Sapi ke Petani
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.