Bahana: Penurunan Suku Bunga Perlu Dijamin dengan Penurunan Inflasi

Kompas.com - 20/05/2016, 08:48 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (tengah) didampingi Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (kanan) dan Ronald Waas (kiri) di Jakarta, Kamis (19/5/2016). Sakina Rakhma Diah SetiawanGubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (tengah) didampingi Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (kanan) dan Ronald Waas (kiri) di Jakarta, Kamis (19/5/2016).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti yang sudah diperkirakan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berakhir pada (19/5) tidak mengubah tingkat suku bunga acuan.

Tingkat suku bunga acuan tetap pada posisi 6,75 persen. Sebelumnya pada Januari hingga Maret, BI sudah memangkas suku bunganya.

Menjelang pergantian patokan suku bunga acuan menjadi reverse repo 7 hari, BI diperkirakan akan menjaga kestabilan suku bunga hingga Agustus nanti.

BI mendorong tingkat suku bunga rendah. Bank komersial pun dikondisikan agar menurunkan suku bunga kredit dan suku bunga tabungannya.  

Suku bunga rendah bukannya muncul tanpa ada prasyarat. Suku bunga rendah dapat berkesinambungan jika ada inflasi rendah yang juga berkesinambungan.

“Penurunan suku bunga juga perlu dijamin dengan penurunan inflasi,” kata Chief Economist and Director for Investment Relations Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat di Jakarta, Kamis (19/5/2016).

Penurunan inflasi, dapat dilakukan dengan cara memproduksi barang serta mendistribusikannya dengan lancar. Produksi yang mencukupi di dalam negeri,  bukan karena impor.

“Misalnya saja, jika ada beras mahal di Jawa, dapat ditekan dengan mengirim dari Makassar dengan jalur distribusi yang lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan beras yang membuat inflasi meningkat,” lanjut Budi.

Inflasi di Indonesia terjadi karena produksi yang kurang sementara permintaan tinggi. Produksi rendah juga membuat harus ada impor sehingga terjadi defisit neraca berjalan.

Kompas TV Kenaikan Harga Cabai Gerek Inflasi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.