Dilema Strategi Anggaran Jokowi

Kompas.com - 24/05/2016, 08:00 WIB
Presiden Joko Widodo melayani wawancara esklusif dengan presenter media asing BloombergTV  Haslinda Amin di Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sabah Balau, Lampung Selatan, Kamis (11/2/2016). Wawancara dengan media asing dilakukan Presiden untuk menunjukkan kepada dunia tentang kemajuan infrastruktur di Indonesia. Hal itu diharapkan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. KOMPAS/ANGGER PUTRANTOPresiden Joko Widodo melayani wawancara esklusif dengan presenter media asing BloombergTV Haslinda Amin di Jalan Tol Trans Sumatera ruas Sabah Balau, Lampung Selatan, Kamis (11/2/2016). Wawancara dengan media asing dilakukan Presiden untuk menunjukkan kepada dunia tentang kemajuan infrastruktur di Indonesia. Hal itu diharapkan dapat menarik minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
EditorWisnubrata

Presiden Jokowi kecewa betul dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang hanya 4,92 persen pada triwulan I 2016.

Saking kecewanya, ia menuding para menteri tak mengerjakan apa yang diinstruksikannya, terutama soal penyerapan anggaran pembangunan.

Tak hanya Jokowi, semua tentu galau dengan laju pertumbuhan 3 bulan pertama tahun 2016.

Sebab, angka tersebut berada di bawah konsensus pasar yang memperkirakan pertumbuhan akan mencapai 5,1 persen.

Juga lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 5,04 persen.

Produk domestik bruto (PDB) atau output aktivitas ekonomi Indonesia selama triwulan I 2016, seperti dilansir dari data BPS, hanya sebesar Rp 2.947 triliun, tak jauh berbeda dengan PDB triwulan IV 2015 yang sebesar Rp 2.945 triliun, bahkan lebih rendah dibandingan triwulan III 2015 yang sebesar Rp 2.998 triliun.

Artinya, selama triwulan I 2016, hampir tidak ada kemajuan aktivitas ekonomi dibandingkan triwulan sebelumnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, selama kurun waktu tersebut, Jokowi telah berkeliling ke banyak daerah untuk meresmikan proyek-proyek infrastruktur.

Pemerintahan Jokowi juga terus mengeluarkan paket kebijakan ekonomi yang kini telah mencapai jilid ke-12.

Tujuan paket-paket kebijakan itu adalah mendorong investasi, memperbaiki daya saing, dan meningkatkan daya beli masyarakat.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.