Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cemas Dampak Terorisme, Maskapai Ini Pangkas Harga

Kompas.com - 24/05/2016, 08:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

LONDON, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan terkemuka Eropa Ryanair dikabarkan bakal memangkas tarif penerbangan dalam beberapa bulan ke depan.

Tujuannya adalah untuk menjaga agar masyarakat tetap bepergian dengan pesawat menyusul serangan teror baru-baru ini.

CEO Ryanair Michael O'Leary menyatakan bahwa serangan teror di Brussels dan Paris beberapa waktu lalu, termasuk kecemasan aksi terorisme pada insiden yang melibatkan maskapai EgyptAir penerbangan 804 di Mediterania dapat membuat sebagian orang memilih menolak untuk bepergian.

Namun, maskapai-maskapai penerbangan murah dapat membujuk mereka untuk kembali bepergian.

"Ketika orang-orang mulai cemas, kami memberikan harga lebih murah dan memberi stimulasi lainnya. Konsumen akan merespon dengan menangkap harga murah tersebut," jelas O'Leary.

O'Leary menyatakan bahwa pihaknya akan menurunkan harga tiket. Penurunan harga tiket ini akan terus berlanjut dan membuat masyarakat tetap terbang.

Penawaran ini tak hanya pada musim panas ini, namun juga di sepanjang tahun. Ryanair menargetkan penurunan harga tiket mencapai 7 persen hingga akhir Maret 2016 mendatang.

Promo diskon khususnya akan diberikan pada periode musim gugur dan musim dingin. Ryanair bukan satu-satunya maskapai yang mengalami disrupsi pada bisnisnya.

EasyJet, Lufthansa, dan International Airlines Group yang memiliki British Airways dan Iberia mengalami penderitaan serupa pada penjualan terkait alasan keamanan, di mana banyak penumpang yang mempertimbangkan kembali perjalanan mereka.

Ryanair terpaksa membatalkan 500 penerbangan dan berdampak pada 95.000 penumpang pada bulan-bulan pertama 2016 karena aksi serangan teroris di Brussels dan aksi protes karyawan air traffic controller (ATC) di Eropa. 

Kompas TV 3 WNI Jadi Korban Bom Di Brussels

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber CNN Money


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadwal KA Bandara Soekarno-Hatta Februari 2023

Jadwal KA Bandara Soekarno-Hatta Februari 2023

Work Smart
Kepala Otorita Curhat Sisa 559 Hari Kejar Target Keinginan Jokowi Gelar Upacara 17 Agustus di IKN

Kepala Otorita Curhat Sisa 559 Hari Kejar Target Keinginan Jokowi Gelar Upacara 17 Agustus di IKN

Whats New
BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2022 Tertinggi Sejak 2013

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2022 Tertinggi Sejak 2013

Whats New
Soal Merger 2 Bank Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun, OJK: Juni 2023 Selesai Prosesnya

Soal Merger 2 Bank Penuhi Modal Inti Rp 3 Triliun, OJK: Juni 2023 Selesai Prosesnya

Whats New
Belum Kantongi Izin, KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepulauan Riau

Belum Kantongi Izin, KKP Hentikan Dua Proyek Reklamasi di Kepulauan Riau

Whats New
Jokowi Panggil Kepala Bapanas ke Istana, Bahas Apa?

Jokowi Panggil Kepala Bapanas ke Istana, Bahas Apa?

Whats New
Tuduhan Hindenburg Research Ini Bikin Duit Ratusan Triliun Gautam Adani Menguap

Tuduhan Hindenburg Research Ini Bikin Duit Ratusan Triliun Gautam Adani Menguap

Whats New
Perlindungan Data Pribadi Perlu Diperkuat

Perlindungan Data Pribadi Perlu Diperkuat

Rilis
Beli Solar Tanpa QR Code MyPertamina Dibatasi Hanya 20 Liter Per Hari

Beli Solar Tanpa QR Code MyPertamina Dibatasi Hanya 20 Liter Per Hari

Whats New
Periset BRIN: Memilih Kalteng untuk Food Estate adalah Pilihan Tepat

Periset BRIN: Memilih Kalteng untuk Food Estate adalah Pilihan Tepat

Rilis
Abon, Bawang Goreng, hingga Rendang, Jadi Produk yang Paling Cocok Diekspor

Abon, Bawang Goreng, hingga Rendang, Jadi Produk yang Paling Cocok Diekspor

Smartpreneur
OJK Berencana Terbitkan Mini 'Omnibus Law' untuk Gabungkan Aturan Turunan UU PPSK

OJK Berencana Terbitkan Mini "Omnibus Law" untuk Gabungkan Aturan Turunan UU PPSK

Whats New
Ekonomi 2022 Tumbuh 5,31 Persen, BPS Sebut Pendapatan Masyarakat Membaik

Ekonomi 2022 Tumbuh 5,31 Persen, BPS Sebut Pendapatan Masyarakat Membaik

Whats New
Meski Resesi Global, Kepala Otorita IKN 'Pede' Ada Konglomerat Cari Tempat Parkir Uangnya

Meski Resesi Global, Kepala Otorita IKN "Pede" Ada Konglomerat Cari Tempat Parkir Uangnya

Whats New
Soal IPO Pertamina Hulu Energi, OJK: Ada Sedikit Penundaan

Soal IPO Pertamina Hulu Energi, OJK: Ada Sedikit Penundaan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+