Kompas.com - 24/05/2016, 10:29 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ingin maskapai nasional berbenah. Hal itu menyusul keluarnya sanksi tegas pembekuan ground handling kepada dua maskapai, Lion Air dan Indonesia AirAsia.

Seperti diketahui, sanksi pembekuan ground handling terkait dengan kesalahan bus yang membawa penumpang penerbangan internasional ke terminal domestik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai.

"Kenapa Pak Menteri ambil tindakan itu, supaya airlines kita berbenah meningkatkan safety, pelayanan, sehingga menumbuhkan trust," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hemi Pamurahardjo, Jakarta, Senin (23/5/2016).

Menurut Hemi, Menhub Jonan sedang berupaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap maskapai nasional. Selama ini sejumlah maskapai nasional memang kerap akrab dengan sejumlah masalah.

Di dunia internasional, otoritas penerbangan Eropa merilis daftar maskapai yang dilarang melakukan penerbangan ke Eropa pada 2015 lalu. Dari Indonesia, hanya empat maskapai yang diizinkan terbang ke kawasan itu, dari keseluruhan maskapai nasional sebanyak 65 maskapai.

Empat maskapai Indonesia yang diizinkan terbang ke kawasan tersebut adalah Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Ekspres Transportasi Antarbenua (Premiair), dan Indonesia Air Asia. Di luar nama-nama itu, maskapai asal Indonesia tidak diizinkan terbang ke Eropa.

Beberapa maskapai besar yang tidak boleh terbang ke Eropa antara lain Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, Nam Air, Susi Air, Citilink, Wings Air.

"Pak Menteri ingin airlines kita itu dilepas banned-nya," kata Hemi.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi sanksi yang dijatuhkan oleh Kemenhub pada Lion Air. Menurut YLKI, sanksi tersebut seharusnya jadi momen bagi Lion untuk memperbaiki performa kinerjanya dan meningkatkan pelayanan pada konsumen.

"Bukan malah melakukan perlawanan hukum yang justru akan menjadi kampanye negatif bagi konsumen. Sikap Lion semacam itu justru akan menjadi pemicu bagi konsumen untuk memboikot Lion," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Sebelumya, Kemenhub juga menjatuhkan sanksi pelarangan membuka rute baru kepada Lion Air selama 6 bulan. Sanksi itu menyusul mogok terbang pilot beberapa waktu lalu.

Kompas TV Langkah Kemenhub Hukum Lion Air Diapresiasi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.