Kompas.com - 24/05/2016, 16:46 WIB
Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (11/1/2016). KOMPAS.com/YOGA SUKMANAMenteri Perindustrian Saleh Husin di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (11/1/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebutuhan energi lambat laun terus meningkat.

Sejumlah negara sudah mulai beralih dan siap menggunakan tenaga nuklir sebagai salah satu sumber energi, misalnya Malaysia.

Malaysia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pada tahun 2030 mendatang.

Sementara Indonesia sampai saat ini belum menentukan sikap kapan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Hal ini dikhawatirkan akan membuat Indonesia tertinggal dari negara-negara lain dalam hal pengembangan energi.

"Sementara Malaysia memiliki roadmap untuk mulai membangun pembangkit di tahun 2030. Oleh karena itu, Indonesia harus cepat bertindak untuk mengantisipasi perubahan tersebut," jelas Menteri Perindustrian Saleh Husin pada Seminar Nasional Thorium Sebagai Sumber Daya Revolusi Industri di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2016).

"Hal ini dapat dimulai dengan menyatukan tekad untuk memulai perencanaan pembangunan PLTN Thorium agar dapat menanggulangi potensi kelangkaan energi di tahun 2025," tambah Saleh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Menperin, Pemerintah Indonesia dapat mulai mengkaji penggunaan thorium sebagai alternatif energi untuk pembangkit listrik.

Menperin berharap, para pemangku kebijakan bergerak cepat memanfaatkan potensi thorium, yang cadangannya sangat besar di Indonesia.

"Saya meminta dan berharap kepada semua pemangku kepentingan terkait untuk bisa memanfaatkan potensi thorium yang luar biasa ini untuk membangun industri yang kuat, mandiri, berdaya saing tinggi, dan mampu mensejahterakan rakyat," jelas Saleh.

Seperti diketahui, sedikitnya ada 140.000 ton thorium yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Thorium merupakan salah satu jenis nuklir yang dianggap memiliki keunggulan dibandingkan alternatif energi lainnya.

Dengan jumlah thorium yang besar, Indonesia dapat menggunakannya sebagai bahan bakar PLTN.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.