Mendag: Moratorium Izin Lahan Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Kompas.com - 27/05/2016, 10:30 WIB
Ilustrasi. Bibit unggul kelapa sawit milik PT Musim Mas, perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO, di Kabupaten Pelawatan, Provinsi Riau. KOMPAS.com/ FARID ASSIFAIlustrasi. Bibit unggul kelapa sawit milik PT Musim Mas, perusahaan yang sudah mendapatkan sertifikat RSPO, di Kabupaten Pelawatan, Provinsi Riau.
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong mengatakan pemerintah berwacana untuk mengeluarkan penundaan sementara (moratorium) izin pembukaan lahan kelapa sawit. Moratorium itu bertujuan untuk meningkatkan produksi tanpa membuka lahan yang baru.

"Salah satu tujuannya adalah soal produktivitas, yang dimaksud oleh Pak Presiden melontarkan moratorium itu. Ini supaya kita tidak lagi melakukan perluasan atau ekstensifikasi lahan baru," ujar Thomas di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Mendag Thomas menjelaskan, saat ini total lahan perkebunan kealapa sawit seluas 11 juta hektare (ha). Dari Jumlah itu 55 persen dikuasai oleh perusahaan besar dan 45 Persen oleh petani kecil.

"Ini lumayan banyak, tapi 40 persen dari luasan tersebut produktivitasnya rendah‎. Saya khawatir kalau dengan ekstensifikasi kita sulit disiplin untuk meningkatkan produktivitas di lahan yang sudah digarap. Kalau stop ekstensifikasi kita akan fokus pada produktifitas‎," kata dia.

Mendag Thomas mengatakan wacana moratorium izin lahan sawit masih terus dibahas di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Menurut Thomas, saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan dan mempelajari apa saja pokok-pokok yang nantinya ada dalam moratium izin lahan kelapa sawit itu.

"Saya tidak mau mendahului atasan saya, Pak Presiden. Ini masih digodok di kantor Menko. Mari kita tunggu pengumuman resmi Presiden dan Pak Menko," tandas dia.

Mendag Thomas berharap dengan adanya pengurangan lahan ini petani kelapa sawit bisa memaksimalkan produksi dari lahan yang sudah ada. Ke depan juga Mendag Thomas terus memasarkan produk-produk kelapa sawit dan turunannya ke seluruh dunia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Pemerintah Hentikan Pembukaan Lahan Sawit Baru
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.