Kompas.com - 07/06/2016, 15:36 WIB
Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementan Muhammad Syakir Meluncurkan Logo Baru Hari Pangan Sedunia di Kantor Balitbangtan Pasar Minggu Jakarta, Selasa (7/6/2016). Pramdia ArhandoKepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementan Muhammad Syakir Meluncurkan Logo Baru Hari Pangan Sedunia di Kantor Balitbangtan Pasar Minggu Jakarta, Selasa (7/6/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Boyolali Jawa Tengah terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-36.

Pameran teknologi dan Demonstrasi usaha tani gabungan kelompok (Dem Area) akan meramaikan acara tersebut.

Lahan seluas 100 hektare di Kecamatan Banyudono, Desa Trayu sudah dipersiapkan untuk peringatan hari pangan sedunia.

"Fokus percontohannya yakni teknologi padi 'Jarwo Super' dan jagung hibrida tongkol 2 Prolifik," ujat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) M. Syakir dalam dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (7/6/2016). 

Keanekaragaman pangan yang tumbuh di wilayah Boyolali menjadi pertimbangan terpilihnya Boyolali sebagai tuan rumah di HPS 2016.

Hal tersebut menunjukkan bukti diversifikasi pangan yang bisa dikembangkan untuk menopang kedaulatan pangan. 

Sementara itu, HPS diperingati setiap 16 Oktober 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian Pertanian (Kementan) merupakan koordinator pelaksanaan HPS sebagai focal point  Food and Agriculture Organization (FAO).

Kementerian pelaksana HPS lainnya di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Balitbangtan, juga mempersiapkan gelar teknologi aneka komoditas di areal seluas 16 hektare di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Boyolali dengan kerja sama KKP dan penyuluh serta Sekolah Pertanian di Boyolali. 

Tema HPS Internasional adalah Climate is Changing, Food Agriculture Must Too dan tema HPS Nasional adalah Membangun Kedaulatan Pangan Berkelanjutan Mengantisipasi Era Perubahan Iklim. 

"Daulat pangan tidak hanya dari beras atau nasi namun juga dari sumber karbohidrat lainnya yang khas nusantara bercita rasa tinggi," tuturnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.