Harga-Harga Melonjak, Mentan Sebut Pedagang "Ngejar" THR

Kompas.com - 08/06/2016, 04:00 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Bersama Direktur PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Suaimi Suriady, saat meninjau Pabrik Minyak Goreng di Jakarta Utara, Jumat (3/06/2016). Pramdia ArhandoMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Bersama Direktur PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) Suaimi Suriady, saat meninjau Pabrik Minyak Goreng di Jakarta Utara, Jumat (3/06/2016).
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) kembali menyindir pedagang atas terjadinya kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok setiap Ramadhan tiba.

Kali ini menteri asal Sulawesi Selatan itu menganggap para pedagang menaikkan harga demi mendapatkan penghasilan lebih jelang hari raya atau THR.

"Mungkin, katanya THR untuk pedagang. Iya THR kami ngerti karena dia tidak punya gaji. Tapi jangan THR-nya banyak-banyak, naiknya jangan banyak-banyak," ujar Amran di Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Jakarta, Selasa (7/6/2016).

Sindiran Amran kepada para pedagang bukan tanpa alasan.

Ia heran lantaran menemukan sejumlah fakta di lapangan. Harga minyak goreng misalnya, ikut-ikutan naik jelang Ramadhan.

Padahal kata dia, suplai minyak goreng melimpah lantaran Indonesia merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Selain itu, harga daging ayam dan beras juga mengalami kenaikan jelang Ramadhan.

Padahal ucap Amran, stok kedua kebutuhan tersebut sangat cukup. Amran meyakini kalau praktek kartel benar-benar terjadi di Indonesia.

Hal itu yang menurutnya menjadi penyebab sejumlah harga kebutuhan masyarakat melonjak meski suplai melimpah.

"Kami ingin memberikan fakta empiris data bahwa kartel itu benar," kata dia.

Oleh karena itu, Amran mengatakan bahwa pemerintah mengambil keputusan untuk melakukan operasi pasar secara besar-besaran agar harga kebutuhan masyarakat bisa turun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.