Kompas.com - 08/06/2016, 19:28 WIB
 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau Operasi Pasar Daging Ayam Murah di Pasar Ceengkareng Jakarta Barat, Kamis (2/06/2016). PRM Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau Operasi Pasar Daging Ayam Murah di Pasar Ceengkareng Jakarta Barat, Kamis (2/06/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan) menegaskan, sektor pangan penuh dengan anomali.

Ini didasarkan pada fakta empiris di lapangan bahwa pasokan minyak goreng, bawang merah, cabai, daging ayam dan pangan lainnya cukup melimpah dan stok cukup, tetapi harga tetap naik.

"Jelas hukum ekonomi supply-demand untuk Indonesia tidak berlaku," ujar Mentan di Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Amran menjelaskan solusi jangka pendek yang dilakukan untuk mengurai fenomena tersebut, yakni, pertama, membangun komitmen produsen terbesar minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam, untuk berpartisipasi menurunkan harga, menggelar bazar pangan, dan lainnya.

Kedua, melakukan pemetaan sentra produksi yang siap panen pada Juni-Juli 2016.

Produk petani dibeli dan langsung dikirim ke konsumen, melibatkan Bulog, Toko Tani Indonesia, Koperasi Pasar, Puskop TNI dan Polri, Gapoktan, dan Kelompoktani.

"Ketiga, perlu melakukan pengendalian harga di tingkat konsumen melalui bazar pangan murah secara besar-besaran," ujar Amran.

Menurut dia, solusi jangka menengah dan panjang tentunya berupa memperpendek rantai pasok dan membentuk struktur pasar baru sehingga petani menikmati profit.

"Dengan demikian, pedagang memperoleh profit normal, dan konsumen tersenyum," tutur Amran.

Sementara itu, terkait persoalan pangan, Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron mengatakan, saat ini pemerintah hanya melihat petani sebagai basis produksi.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.