Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Pemerintah Kenakan Cukai untuk Kemasan Plastik

Kompas.com - 17/06/2016, 18:05 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana mengenakan cukai untuk kemasan plastik.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi menuturkan, pengenaan cukai pada dasarnya bertujuan untuk mengendalikan konsumsi dan distribusi, sehingga bisa menekan faktor negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.

"Tentunya yang akan menjadi sasaran utama objek cukai adalah barang-barang yang destruktif terhadap lingkungan," kata Heru di Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Saat ini pemerintah fokus pada dampak konsumsi dan distrbusi barang terhadap lingkungan.

Pasalnya, kata Heru, untuk dampak terhadap kesehatan, pemerintah sudah memiliki instrumen pengendali yaitu pengenaan cukai terhadap rokok, minuman keras dan ethil alcohol.

"Untuk lingkungan ini cara berfikirnya juga sama, yaitu kita mesti lihat mana objek yang paling merusak lingkungan," imbuh Heru.

Dari seluruh daftar barang-barang yang berpotensi merusak lingkungan, kajian pemerintah mengerucut pada kemasan yang terbuat dari plastik.

Kemasan yang terbuat dari plastik memang beragam macamnya, ada botol plastik, tas kresek, bungkus makanan dan minuman.

"Tentunya nanti kita akan sampaikan ke DPR hasil komunikasi K/L pemerintah mengenai mana yang akan menjadi prioritas utama, jenis kemasan plastik dan bagaimana tahapan pengenaannya, termasuk di dalamnya soal tarif," kata Heru.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+