Hindari Uang Palsu, BI Imbau Tukar Uang di Tempat Resmi

Kompas.com - 20/06/2016, 13:00 WIB
|
EditorAprillia Ika

BANDUNG, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) mengimbau penukaran uang selama Ramadhan dilakukan di tempat-tempat yang telah ditentukan. Hal ini untuk menghindari uang palsu.

“Hindari bertransaksi dengan ‘penjual uang’ karena dapat merugikan. Misalnya uang yang didapat kurang atau bahkan terdapat uang palsu sehingga sebaiknya menukarkan uang pada tempat-tempat resmi,” ujar Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah, Mikael Budisatrio di Bandung, Senin (20/6/2016).

Pada Ramadhan ini, transaksi tunai diperkirakan meningkat empat kali lipat dibanding hari-hari biasa. Peningkatan transaksi ini biasanya diiringi dengan peredaran uang palsu. Untuk itu masyarakat harus berhati-hati dan teliti.

“Selain menukarkan uang di tempat resmi, cara cepat untuk menghindari uang palsu dengan menguasai 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang,” imbuhnya.

Untuk penanganan uang palsu, pihaknya sudah bekerja sama dengan Kepolisian. Namun menjelang Ramadhan, tugas Kepolisian juga banyak.

Mulai dari penjagaan arus mudik hingga penjagaan kamtibmas di komplek-komplek. Meski demikian, jika ada kasus uang palsu, kepolisian akan sigap menanganinya.

Untuk mengantisipasi meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap uang kartal di Ramadhan dan Idul Fitri 2016, Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyiapkan uang baru atau uang layak edar (ULE) senilai Rp 16,47 triliun.

Jumlah itu terbagi ke dalam uang pecahan besar (Rp 20.000 ke atas) senilai Rp 15,18 triliun dan uang pecahan kecil (Rp 10.000 ke bawah) senilai Rp 1,29 triliun.

Stok uang yang dialokasikan 2016 ini secara total meningkat 14,1 persen dibanding alokasi tahun 2015 yang menyediakan sebesar Rp 14,44 triliun.

Stok 2016 ini sangat mencukupi kebutuhan outflow terutama yang diproyeksikan perbankan secara total. Jumlah tersebut mencapai 153 persen dari proyeksi total kebutuhan.

Kebutuhan uang kartal selama Ramadan dan Lebaran tahun ini diperkirakan sebesar Rp 10,77 triliun. Kebutuhan itu terdiri dari uang pecahan besar 9,83 triliun dan uang pecahan kecil 0,94 triliun.

Kompas TV Warga Antre Penukaran Uang Kecil
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.