Jaksa Agung: Korban Umumnya Malu Melaporkan Tertipu Investasi Bodong

Kompas.com - 21/06/2016, 20:34 WIB
Jaksa Agung HM Prasetyo di sela rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016) KOMPAS.com/Nabilla TashandraJaksa Agung HM Prasetyo di sela rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/6/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi atau dikenal dengan istilah investasi bodong cukup banyak ditangani Kejaksaan.

Jaksa Agung RI, HM Prasetyo mengatakan, umumnya korban yang merasa tertipu berasal dari kalangan terpelajar dan memiliki finansial berlebih.

Namun permasalahannya, mereka yang memiliki dana besar dan telah tertipu investasi bodong masih banyak yang enggan melaporkan kejadian tersebut.

"Mereka pandai sekali mencari sasaran, umumnya ke pensiunan pejabat negara. Tetapi setelah menjadi korban mereka terlalu segan untuk diketahui publik," ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Prasetyo mencatat, hingga pertengahan tahun 2016, sedikitnya ada 406 perusahaan ilegal yang dilaporkan melakukan praktek investasi bodong.

"Kasus penipuan dengan model investasi kian marak terjadi. Hingga pertengahan tahun 2016 saja ada 406 perusahaan ilegal yang melakukan praktek investasi ilegal. Itu tidak bisa kami biarkan begitu saja," tutur Prasetyo.

Oleh karena itu, dengan dibentuknya satuan tugas waspada investasi untuk mencegah dan menangani maraknya tawaran dan praktek investasi ilegal, diharapkan akan mampu mengurangi angka pelaporan investasi bodong.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Satgas ini saya harapkan tajam menebas para pelaku investasi bodong yang merugikan masyarakat kita," pungkas Prasetyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.