Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuartal I-2016, Premi Asuransi Jiwa Tumbuh 9,2 Persen

Kompas.com - 22/06/2016, 14:27 WIB
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2016 meningkat 9,2 persen menjadi Rp 48,94 triliun dari Rp 44,80 triliun pada periode yang sama 2015.

"Kami mencatat bahwa peningkatan total pendapatan industri asuransi jiwa kuartal I-2016 meningkat di beberapa aspek, seperti pertumbuhan total pendapatan premi yang terdiri dari pertumbuhan premi bisnis baru dan premi lanjutan," kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim pada paparan kinerja di Jakarta, Rabu (22/6/2016).

Hendrisman mengatakan data kinerja ini berdasarkan laporan keuangan (un-audited) 54 perusahaan asuransi jiwa dari total 55 perusahaan di bawah keanggotaan AAJI.

Adapun kontribusi terbesar pendapatan industri berasal dari pertumbuhan pendapatan premi sebesar 70,3 persen yang terdiri dari premi bisnis baru dan total premi lanjutan.

Pendapatan premi bisnis baru meningkat 2,2 persen sebesar Rp 19,13 triliun dan memberikan kontribusi utama terhadap total pendapatan premi dengan porsi sebesar 55,6 persen pada kuartal I-2016.

Sementara itu, premi lanjutan meningkat 7,3 persen menjadi Rp 15,28 triliun dari Rp 14,23 triliun pada periode yang sama serta menyumbang kontribusi 44,4 persen terhadap total pendapatan premi.

Hendrisman menjelaskan pertumbuhan industri asuransi jiwa juga terjadi pada aspek lain, seperti hasil investasi yang meningkat 24,6 persen menjadi Rp 13,01 triliun dari Rp 10,44 triliun (yoy).

Sementara itu, jumlah investasi juga mengalami peningkatan sebesar 4,7 persen menjadi Rp 346,79 triliun dari Rp 331,12 triliun (yoy).

Pertumbuhan jumlah investasi ini turut berpengaruh pada jumlah aset yang tumbuh sebesar 4,3 persen menjadi Rp 397,25 triliun dari Rp 380,82 triliun.

"Kenaikan hasil investasi ini menggembirakan setelah perlambatan signifikan pada 2015. Pada kuartal I-2015 hasil investasi melambat -12,5 persen, sedangkan pada kuartal I-2016 tumbuh 24,6 persen. Hal ini menunjukkan perbaikan iklim investasi Indonesia," ujar Hendrisman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Sering Dikira Merek Asing, Siapa Pemilik Holland Bakery Sebenarnya?

Whats New
Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Promo Akhir Pekan Indomaret, Ada Diskon Minyak Goreng hingga Beras

Spend Smart
Belum Validasi NIK Jadi NPWP, Apakah Tetap Bisa Lapor SPT Tahunan?

Belum Validasi NIK Jadi NPWP, Apakah Tetap Bisa Lapor SPT Tahunan?

Whats New
Kereta Api Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Harga Tiketnya

Kereta Api Panoramic Kembali Beroperasi Februari 2023, Ini Harga Tiketnya

Whats New
Biaya Haji RI Vs Malaysia, Lebih Mahal Mana?

Biaya Haji RI Vs Malaysia, Lebih Mahal Mana?

Spend Smart
10 Perusahaan Teknologi Ini Lakukan PHK pada Januari 2023, Ada Google hingga Microsoft

10 Perusahaan Teknologi Ini Lakukan PHK pada Januari 2023, Ada Google hingga Microsoft

Whats New
Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Pekan Ini, Kekayaan Low Tuck Kwong Turun Rp 31,46 Triliun

Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia Pekan Ini, Kekayaan Low Tuck Kwong Turun Rp 31,46 Triliun

Whats New
[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

[POPULER MONEY] Penjelasan Tokopedia soal Pembatalan Voucher Rp 100.000 | KAI soal Tiket Kereta Mahal

Whats New
Aktivasi BNI Mobile Banking Gagal Terus? Ini Solusinya

Aktivasi BNI Mobile Banking Gagal Terus? Ini Solusinya

Spend Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Ketahui, Ini Tarif Listrik Per kWh yang Berlaku Januari-Maret 2023

Ketahui, Ini Tarif Listrik Per kWh yang Berlaku Januari-Maret 2023

Spend Smart
Indonesia Punya Kereta Panoramic, Menhub: Tidak Perlu Jauh ke Luar Negeri

Indonesia Punya Kereta Panoramic, Menhub: Tidak Perlu Jauh ke Luar Negeri

Whats New
Cara Cek Kendaraan Terkena Tilang Elektronik atau Tidak

Cara Cek Kendaraan Terkena Tilang Elektronik atau Tidak

Spend Smart
Daftar UMR Tegal 2023: Kota Tegal dan Kabupaten Tegal

Daftar UMR Tegal 2023: Kota Tegal dan Kabupaten Tegal

Work Smart
Sudah Impor, Harga Beras Tetap Mahal, Oknum Disalahkan

Sudah Impor, Harga Beras Tetap Mahal, Oknum Disalahkan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+