Krisis Ekonomi Jelang Olimpiade, Rio de Janeiro Dikucuri Dana Talangan

Kompas.com - 24/06/2016, 10:00 WIB
Sebuah balon dengan logo Rio de Janeiro 2016 menandai pembangunan arena Olimpiade, Agustus 2014. YASUYOSHI CHIBA/AFPSebuah balon dengan logo Rio de Janeiro 2016 menandai pembangunan arena Olimpiade, Agustus 2014.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Pemerintah Brazil telah menyetujui dana talangan senilai sekitar 850 juta dollar AS untuk mengatasi krisis ekonomi yang berdampak pada gejolak keamanan di Rio de Janeiro menjelang Olimpiade beberapa pekan mendatang.

Dana ini akan digunakan untuk membayar uang lembur anggota kepolisian yang belum dibayar selama 6 bulan.

Tingkat kriminalitas terus meningkat di kota Rio de Janeiro. Padahal, dalam waktu yang sangat dekat, kota itu akan menjadi tuan rumah Olimpiade.

Kurangnya pendanaan maupun persiapan pun terlihat di sudut lain kota tersebut. Pemerintah kota Rio de Janeiro harus menyelesaikan pembangunan perpanjangan rel kereta yang menghubungkan fasilitas-fasilitas Olimpiade dengan pusat kota.

Jalur tersebut hingga kini belum juga rampung. Pemerintah setempat mengklaim proyek itu akan segera rampung sebelum Olimpiade dimulai. Akan tetapi, tidak ada sepeser pun dana talangan itu digunakan untuk merampungkan proyek jalur kereta itu.

Dana talangan itu muncul tiga hari setelah gubernur Rio de Janeiro mengumumkan status darurat terkait resesi ekonomi. Di atas itu semua, ekonomi Brazil pun sedang tertekan resesi terpanjang sejak tahun 1930-an.

Ekonomi Brazil hanya tumbuh 3,8 persen tahun lalu dan bank sentral memprediksi pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,5 persen di tahun 2016. Daya beli masyarakat pun turun drastis, yang menjadi permasalahan utama penjualan tiket pertandingan Olimpiade lesu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama ini, negara bagian Rio de Janeiro sangat bergantung pada minyak. Jatuhnya harga minyak dunia beberapa waktu lalu dan belum juga pulih secara total hingga kini, membuat Rio dan beberapa negara bagian lainnya kolaps.

Namun, permasalahan bukan hanya pada minyak. Rio de Janeiro dan Brazil juga terlilit masalah korupsi yang merajalela.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN Money
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.