Kemenhub Paparkan Beberapa Aspek yang Belum Dilengkapi Terminal 3

Kompas.com - 25/06/2016, 17:14 WIB
Tampak mobile portable tower di apron Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/6/2016). Petugas Balai Teknik Penerbangan Kementerian Perhubungan membawa mobile portable tower tersebut setelah sebelumnya menyewakan kepada PT Angkasa Pura II, beberapa hari lalu. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERATampak mobile portable tower di apron Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Senin (20/6/2016). Petugas Balai Teknik Penerbangan Kementerian Perhubungan membawa mobile portable tower tersebut setelah sebelumnya menyewakan kepada PT Angkasa Pura II, beberapa hari lalu.
|
EditorFidel Ali

JAKARTA, KOMPAS.com – Pengoperasian Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, masih belum memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Dengan demikian, Terminal 3 hampir dipastikan belum bisa melayani penumpang pada lebaran tahun ini.

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan tim dari Direktorat Navigasi Penerbangan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, ada beberapa hal yang belum dipenuhi PT Angkasa Pura II (Persero)/AP II meliputi aspek personal navigasi penerbangan, aspek pemenuhan persyaratan dokumentasi dan Standard Operating Procedure (SOP), serta aspek fasilitas portable tower.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Hemi Pamuraharjo mengatakan aspek personel navigasi penerbangan yang belum dipenuhi tediri dari dua hal.

Pertama, masih kurangnya personel pemandu lalu lintas penerbangan yang ditugaskan untuk memberikan pelayanan pemanduan darat (ground control).

"Diperlukan 12 personel pemandu lalu lintas penerbangan dalam satu set serta rostering yang tidak boleh mengganggu operasional pelayanan lalu lintas penerbangan aerodrome control tower existing," kata Hemi di Jakarta, Sabtu (25/6/2016).

Kedua, untuk pelayanan telekomunikasi penerbangan, Perum LPPNPI/AirNav Indonesia dan AP II belum menyediakan personel teknik telekomunikasi penerbangan untuk melaksanakan tugas pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas dan tower portable.

Hemi menyampaikan, Terminal 3 juga belum memenuhi aspek persyaratan dokumentasi dan Standard Operating Procedure (SOP) untuk pelayanan telekomunikasi penerbangan dan lalu lintas penerbangan. (Baca: AP II: Penyebutan "Terminal 3 Ultimate" Keliru, Seharusnya "Terminal 3")

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masalahnya adalah kelengkapan data teknis fasilitas belum tersedia pada dokumen manual operasi sertifikasi CASR Part 171 eksisting. Sehingga, belum memenuhi ketentuan yang berlaku pada CASR Part 171. Kelengkapan data tersebut meliputi kinerja, interkoneksi fasilitas, SOP dan penerapan safety management systems (SMS).

"Masalah lainnya yakni, kelengkapan Local SOP dan SMS guna pelayanan lalu lintas penerbangan ground control Apron G juga belum tersedia pada dokumen manual operasi sertifikasi CASR Past 172 eksisting. Sehingga belum memenuhi ketentuan yang berlaku pada CASR Past 172," ujar Hemi.

Adapun aspek terakhir yang belum dipenuhi yaitu aspek fasilitas portable tower. Hemi mengatakan, tidak terpenuhinya aspek ini disebabkan ‘eye level’ Air Traffic Control (ATC) pada portable tower setinggi tujuh meter. Tinggi ‘eye level’ tersebut lebih rendah dari tinggi garbarata dan rudder pesawat udara jenis Boeing 738 yang setinggi 12,55 meter.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.