Soal Sertifkasi Halal Daging Kerbau Impor, Mentan Kordinasi dengan MUI

Kompas.com - 12/07/2016, 15:45 WIB
Daging sapi di rumah pemotongan hewan Ciroyom Bandung, Selasa (5/7/2016). Dok PPSKIDaging sapi di rumah pemotongan hewan Ciroyom Bandung, Selasa (5/7/2016).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah pemerintah memutuskan untuk mengimpor 10.000 ton daging kerbau impor asal India melalui Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) muncul berbagai kontroversi.

Selain ditakutkan terkena penyakit, mulut dan kuku (PMK) terbaru Majelis Ulama Indonesia (MUI) mempertanyakan kehalalan daging kerbau yang rencananya akan datang sebanyak 10.000 ton.

Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjamin daging kerbau asal India sudah bersertifikasi sudah mendapatkan sertifikat halal dari rumah potong di India.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).  "Itu (halal) jadi perhatian kami juga. Kami akan koordinasikan ini dengan MUI. Bukan kerbau saja yang kita impor, ada sapi juga," ujar Amran di Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Menurut Amran, impor daging kerbau tidak hanya berasal dari India saja, namun juga terbuka bagi negara manapun. Asalkan, bisa menjamin bebas penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Ada Australia, Brasil, Meksiko, New Zealand, Australia. Kan banyak," pungkas Amran.

Amran megaskan, Impor daging kerbau ini tidak akan mengganggu peternak lokal. Pasalnya, Kementan akan tetap memproteksi peternak lokal, seperti halnya bawang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Artinya, apa yang di impor tetap dibatasi. "Kita lihat bagaimana harga bisa menguntungkan peternak. Impor dibuka sesuai kebutuhan bukan keinginan. Intinya kita jangan mengimpor sesuai keinginan," pungkasnya.

Kompas TV 163 Ton Daging Sapi Ilegal Disita Bea Cukai

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.