Bangkitkan Industri Kreatif, Kemenperin Gelar Kompetisi “Innovating Jogja”

Kompas.com - 12/07/2016, 20:27 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian bersama EU-Indonesia Trade Cooperation Facility akan menggelar kompetisi inovasi terbuka untuk industri kreatif khususnya sektor batik, kulit dan kerajinan di Yogyakarta.

Kompetisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing komersial industri kreatif dalam negeri, termasuk mengembangkan potensi ekspor melalui pendekatan inovasi.

“Tujuan lainnya dari kompetisi ini adalah menghasilkan perusahaan start-up dan spin-out baru dari bisnis yang ada dan yang sedang berkembang melalui pengembangan inovasi,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Haris Munandar dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/7/2016).

Haris menambahkan, program ini berperan dalam membantu pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat Yogyakarta.

“Karena merupakan inisiatif kerjasama dari berbagai pemangku kepentingan, diantaranya pemerintah, pelaku usaha, universitas, dan asosiasi untuk meningkatkan ekonomi lokal setempat dengan membangun budaya inovasi,” paparnya.

Haris menjelaskan, jadwal pelaksanaan kompetisi “Innovating Jogja” dimulai dari bulan Juli hingga November 2016. Calon peserta dapat mengunduh formulir pendaftaran melalui website innovatingjogja.wordpess.com.

“Calon peserta juga dapat mengisi formulir pendaftaran di Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Yogyakarta atau mengirimkan ke email info@innovatingjogja.com,” ujarnya.

Kemudian, Komite “Innovating Jogja” akan melakukan seleksi administratif berdasarkan kriteria yang ditentukan dengan target jumlah terseleksi sebanyak 80-100 pendaftar.

“Kami juga menargetkan peserta kompetisi di sektor batik, kulit dan kerajinan ini diantaranya adalah pelajar yang memiliki ide inovasi dan ingin mewujudkannya, pekerja dan profesional, pengusaha mikro, kecil dan menengah, serta masyarakat umum,” tutur Haris.

Adapun beberapa syarat menjadi peserta kompetisi ini, antara lain yaitu peserta yang telah memiliki usaha kurang dari dua tahun (start-up) atau lebih (existing), berusia minimal 18 tahun, serta berdomisili di Yogyakarta atau menetap dalam jangka panjang untuk menjalankan usaha di Yogyakarta meskipun memiliki identitas diri (KTP) dari wilayah lain.

Selanjutnya, peserta harus memiliki ide atau hasil karya yang berpotensi untuk direalisasikan dan dikomersilkan. Ide tersebut dapat berupa desain, proses, teknologi mesin atau peralatan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), produk, atau jasa baru pada sektor industri batik, kulit dan kerajinan.

“Peserta juga harus memiliki komitmen untuk melibatkan masyarakat dan mengembangkan ekonomi masyarakat mikro atau kecil melalui usahanya,” ungkap Haris.

Kompas TV Wanita Ini Punya Kreasi Motif Batik Unik

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Whats New
Isu 'Business Judgment Rule' dan 'Talent Mobility' di PP Nomor 23 Tahun 2022

Isu "Business Judgment Rule" dan "Talent Mobility" di PP Nomor 23 Tahun 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.