Menperin Ajak India Bangun Industri Farmasi

Kompas.com - 18/07/2016, 19:36 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak para pengusaha India untuk terus meningkatkan investasi di Indonesia khususnya sektor produksi bahan baku obat, mesin industri dan pengembangan kawasan industri.

”Kita memiliki semangat yang sama dengan India untuk memiliki industri yang kuat dan berdaya saing," kata Menperin Saleh Husin dalam keterangan resminya, usai menggelar pertemuan dengan Presiden Confederation of Indian Industry (CII) Naushad Forbes beserta para pelaku usaha dan industri yang tergabung dalam delegasi CII di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Senin (18/7/2016).

"Industri yang dapat kita kembangkan bersama antara lain produksi bahan baku obat untuk farmasi, permesinan untuk industri pengolahan hasil pertanian dan perkebunan serta mengundang perusahaan India membangun pabrik-pabriknya di kawasan industri di Indonesia," tambah Menperin.

Menperin menuturkan, produksi bahan baku obat sangat dibutuhkan karena selama ini lebih dari 90 persen dipasok dari impor. Sebagian besar berasal dari China dan diikuti dari India.

"Dengan peningkatan kerja sama investasi di industri bahan baku obat, Indonesia berharap dapat mengurangi ketergantungan dari impor dan meningkatkan peluang untuk mengembangkan industri farmasi nasional," terang Menperin.

India merupakan negara mitra dagang terbesar ke-8 bagi Indonesia. Transaksi perdagangan antara kedua negara mencapai 14,6 miliar dollar AS atau Rp 197,1 triliun dengan asumsi nilai tukar dollar AS terhadap rupiah senilai Rp 13.500.

Transaksi sebesar itu setara 4,9 persen dari seluruh total perdagangan Indonesia pada tahun 2015.

Sedangkan investasi di sektor industri, pada tahun 2015, India telah melakukan investasi di Indonesia sebanyak 43 proyek dengan nilai investasi sebesar 15,5 juta dollar AS atau meningkat dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya sebanyak 19 proyek investasi senilai 12,89 juta dollar AS.

Investasi dilakukan terutama pada sektor industri makanan, industri tekstil serta industri alat angkut dan transportasi lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.