Kementan Jamin Jeroan Impor Aman dan Halal

Kompas.com - 19/07/2016, 19:35 WIB
Daging sapi di rumah pemotongan hewan Ciroyom Bandung, Selasa (5/7/2016). Dok PPSKIDaging sapi di rumah pemotongan hewan Ciroyom Bandung, Selasa (5/7/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir soal kesehatan dan kehalalan jeroan dan daging sapi impor.

Kementerian Pertanian menjamin seluruh jeroan yang masuk ke Indonesia aman dan halal, karena impor hanya berasal dari negara dan RPH (Rumah Potong Hewan) yang telah diperiksa, disetujui, dan diawasi oleh pemerintah.

"Kita mengimpor jeroan harus aman, sehat, utuh dan halal. Selain institusi, ada karantina juga yang mengawasi. Artinya, masyarakat kita jaga memakan makanan yang memenuhi kriteria ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) itu," ungkap Direktur Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Ketut Diarmita di Gedung C Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Ketut menambahkan, jeroan bila dikonsumsi berlebihan dapat memicu timbulnya penyakit karena mengandung asam purin atau kolesterol yang tinggi.

Namun, beberapa jeroan memiliki kandungan kolesterol yang tidak tinggi seperti jantung, hati dan paru 

Karena itu, Pemerintah hanya membuka importasi jeroan untuk jantung, hati, dan paru.

Kendati begitu, Kementan tetap menghimbau masyarakat untuk memperhatikan jumlah konsumsi agar tidak berlebihan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang namanya makanan tidak ada yang tidak berisiko. Obat juga begitu, kalau kebanyakan akan berisiko kan? Artinya dagingnya harus lebih tinggi dari jeroannya. Dilengkapi sayur, dan lain-lain," katanya.

Ketut menegaskan, impor jeroan yang dilakukan bersifat sementara. Kebijakan ini diambil untuk memenuhi asupan protein masyarakat dengan harga yang terjangkau sampai terbentuk pasar yang sehat dan harga stabil.

"Intinya ini sifatnya temporer. Artinya ketika kemampuan pasokan daging dalam negeri sudah aman, kita akan atur peredarannya. Sekarang kita lihat kenyataan bahwa kita sudah kekurangan daging," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.