Kompas.com - 21/07/2016, 19:51 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla Kompas.com / Dani PrabowoWakil Presiden Jusuf Kalla
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai upaya Singapura menjegal kebijakan amnesti pajak di Indonesia membuktikan satu hal yang selama ini banyak dipercaya.

"Itu berarti membuktikan kebenaran suatu analisa bahwa uang terbanyak di Singapura itu berasal dari Indonesia," ujar Kalla di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Menurut Wapres, setiap negara pasti akan bertahan dan mencoba segala upaya agar dana yang ada di dalam negerinya tidak keluar ke negara lain.

Keberadaan dana besar di dalam suatu negara memiliki manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Dengan likuiditas melimpah, pembangunan bisa berjalan cepat. "Ya semua negara pasti ingin survive (mempertahankan dana didalam negaranya)," kata Kalla.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roelsani mengatakan bahwa bank-bank besar Singapura coba menahan dana WNI keluar dari Negeri Singa tersebut.

Bank-bank itu kata dia, menawarkan pembayaran 2 persen dana tebusan amnesti pajak bagi WNI asalkan dananya tetap diparkir di Singapura.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian Keuangan mencatat ada sekitar 6.519 Warga Negara Indonesia (WNI) yang menyimpan dananya di luar negeri.

Jika kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty diterapkan, ada potensi penerimaan negara sebesar Rp 180 triliun.

Sementara potensi dana repatriasi atau dana yang masuk ke Indonesia diprediksi mencapai Rp 1.000 triliun hingga 1 April 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.