Kompas.com - 26/07/2016, 18:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah sedang gencar menyosialisasikan program amnesti pajak kepada masyarakat Indonesia. Rupanya, program tersebut cukup membuat perasaan ingin tahu dari masyarakat.

Buktinya, sejak diluncurkan pada Senin pekan lalu, call center amnesti pajak yang dibuka Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Kebanjiran telepon.

"Call center 1500-745 itu selama 8 jam mereka sudah menerima 3.200-an panggilan masuk," ujar Juru Bicara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Al Firman di Kantor Kemenkeu, Selasa (26/7/2016).

Pemerintah sendiri, kata Luky, sudah menduga rasa keingintahuan masyarakat akan tinggi pada periode awal kebijakan amnesti pajak.

Oleh karena itu, ucap dia, pemerintah menyiapkan hotline khusus di nomor 1500-745 agar semua pertanyaan seputar amnesti pajak bisa terjawab secara langsung.

"Kami antisipasi di bulan pertama itu mereka akan cari informasi, termasuk konsultasi," kata Luky.

Pemerintah menilai program amnesti pajak cukup menarik perhatian masyakarat. Meski begitu, pemerintah mengakui ada kehati-hatian para wajib pajak mengikuti program baru tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh karena itulah, banyak anggota masyarakat yang berkonsultasi kepada petugas pajak melalui call center 1500-745.

Kompas TV Pemerintah Tegaskan Dana RI Harus Kembali



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.