Kompas.com - 01/08/2016, 14:15 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyampaikan sudah menerima skema besaran santunan asuransi untuk nelayan. Total santunan tersebut senilai Rp 175 miliar.

"Itu untuk satu juta nelayan," ujar Susi saat konferensi pers di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (1/8/2016).

Santunan asuransi nelayan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama yakni nelayan yang meninggal dunia saat aktivitas penangkapan ikan asuransinya Rp 200 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya pengobatan Rp 20 juta.

Bagian kedua, nelayan yang meninggal dia di luar aktivitas penangkapan ikan biaya santunanya Rp 160 juta, cacat tetap Rp 100 juta, dan biaya pengobatan Rp 20 juta.

Susi menegaskan bahwa program asuransi tersebut berlaku hanya untuk nelayan, bukan anak buah kapal (ABK) yang bekerja di perusahaan perikanan.

"Kalau ABK ada BPJS dan asuransi perusahaan dimana mereka bekerja. Ini hanya untuk nelayan," kata Susi.

Kementerian Kelautan dan Perikanan sendiri sudah melakukan tender terhadap 3 perusahaan. Rencananya perusahaan pemenangan tender akan diusulkan esok hari.

Kompas TV Kapal Nelayan Tenggelam di Papua
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.