Kompas.com - 02/08/2016, 10:01 WIB
Acara Forum ehalal.com antara Kamar Dagang Indonesia dan  Halal Industry Development Corporation Malaysia di Jakarta, Senin (1/8/2016). Pramdia Arhando JuliantoAcara Forum ehalal.com antara Kamar Dagang Indonesia dan Halal Industry Development Corporation Malaysia di Jakarta, Senin (1/8/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam mengembangkan pasar produk halal yang lebih luas dan kompetitif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengusulkan pemerintah segera membentuk Badan Halal Indonesia.

Ketua Kadin Rosan P. Roeslani, mengatakan, nantinya Badan Halal Indonesia bukan hanya bertugas memberikan label halal seperti dijalankan Majelis Ulama Indonesia (MUI), tetapi juga membangun ekosistem halal secara keseluruhan.

"Kalau melihat potensi yang dimiliki, sudah saatnya negara kita membentuk Badan Halal Indonesia untuk mengembangkan pasar syariah atau halal. Kalau sekarang kan masih terpecah-pecah, misalnya untuk wisata syariah dipegang Kementerian Pariwisata, produk ada di Kementerian Perdagangan, lalu perbankan ada di OJK, tidak ada satu badan pun yang mencoba membangun ekosistem ini," ungkap Rosan, Senin (1/8/2016) malam.

Menurut Rosan, tanpa adanya badan yang menangani persoalan pasar produk halal secara global maka Indonesia akan tertinggal dengan negara-negara lain.

"Sebelum akhir 2016, kita akan sampaikan usulan ini kepada pemerintah. Saat ini Kadin juga secara aktif mengadakan FGD (Focus Group Discussion) untuk membahas hal tersebut. Karena suatu indutri tidak akan jalan dan berkembang tanpa adanya institusi yang mengurusinya secara khusus," ujar Rosan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.