Gubernur Jabar Jamin Kerahasiaan Peserta "Tax Amnesty" di Bank BJB

Kompas.com - 04/08/2016, 20:00 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. KOMPAS.com/Reni SusantiGubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
|
EditorAprillia Ika

BANDUNG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau biasa disapa Aher memastikan penyimpanan dana repatriasi hasil pengampunan pajak atau tax amnesty di Bank BJB aman. Dia menjamin keamanan uang di bank yang sudah go public tersebut.

Seperti diketahui, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk ditunjuk pemerintah sebagai satu dari 19 bank penampung dana repatriasi tax amnesty.

“Silakan simpan tax amnesty di BJB, berikut tabungannya juga di Bank BJB,” ujar Aher yang juga menjabat Komisaris Bank BJB di Bandung, Kamis (4/8/2016).

Aher menjamin kerahasiaan mereka yang ikut program tax amnesty, walaupun pihaknya belum mengetahui berapa perkiraan perusahaan atau perorangan yang akan melaksanakan tax amnesty di wilayahnya. “Kan bisa dipidana kalau membocorkan,” tegasnya.

Aher mengungkapkan, bila uang repatriasi tax amnesty yang masuk ke bank dalam jumlah besar maka pemasukan pajak untuk pemerintah pun tergolong besar.

Uang tersebut, bisa digunakan untuk investasi pembangunan, dan dalam waktu bersamaan pajaknya bisa dirasakan langsung untuk kepentingan masyarakat.

Lebih jauh ia menjelaskan, dana repatriasi tersebut bisa digunakan untuk memodali pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan tol, perumahan, serta pengembangan wisata di Jabar Selatan.

“Proyek jalan tol di Jabar banyak sekali, ada Tol Cileunyi-Garut-Tasik atau Cigatas, atau bisa juga untuk membangun jalan tol baru,” terangnya.

Dia juga berharap banyak dana repatriasi di Bank BJB, sebab di Jabar terdapat 60 persen industri manufaktur nasional.

Tax amnesty, sambung Aher, merupakan upaya pemerintah untuk mengajak para pengusaha memperkokoh nasionalismenya dengan cara mengampuni pajak mereka.

“Kalau kemarin-kemarin mereka nyimpan uang di luar karena menghindari bayar pajaknya, sekarang masuk lagi ke dalam negeri, gulirkan di Indonesia,” ucapnya.

Kompas TV Jokowi Yakin Tax Amnesty Ciptakan Arus Uang

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.