Indef: Kenaikan Tarif Cukai Rokok Akan Membebani Industri

Kompas.com - 11/08/2016, 22:02 WIB
Direktur INDEF Enny Srihartati Fabian Januarius KuwadoDirektur INDEF Enny Srihartati
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah pada tahun ini berencana menaikkan tarif cukai rokok. Kebijakan ini salah satunya bertujuan meningkatkan penerimaan pajak.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati mengatakan, sebuah kebijakan harus mempertimbangkan berbagai hal agar tidak memberi dampak negatif kepada sektor lain.

Menurut Enny, kebijakan kenaikan cukai rokok akan membebani industri, yang pada akhirnya akan berdampak pada serapan tenaga kerja.

“Memang setiap kebijakan itu akan berdampak dan akan ada konsekuensinya. Namun, jangan sampai ada implikasi negatif. Kebijakan ini pasti akan memukul industri rokok. Ujung-ujungnya bisa terjadi PHK,” ujar Enny dalam diskusi bertajuk "Ke Manakah Arah Kebijakan Tarif Cukai Hasil Tembakau?" di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Sementara itu, Staf Ahli bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi Kementerian Keuangan, Susiwijono, mengatakan, pemerintah dalam menaikkan tarif cukai tidak hanya mengejar penerimaan negara, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan industri tembakau.

“Makanya, yang kami usung adalah kebijakan yang tak hanya menggenjot penerimaan pajak, tetapi juga memperhatikan laju industri dan pertumbuhan ekonomi. Ini yang dipesankan oleh Bu Menteri (Menkeu Sri Mulyani),” ujar Susiwijono.

Menurut dia, saat ini pemerintah masih akan mengharapkan berbagai masukan dari berbagai pihak dalam penyusunan draf kenaikan cukai tembakau itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada dasarnya, kami juga harus menjaga perimbangan dari tiga perspektif, tenaga kerja, penerimaan negara, dan kesehatan,” pungkasnya.

Sampai dengan Juni 2016, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membukukan Rp 43,7 triliun dari penerimaan cukai hasil tembakau. Angka ini 27,26 persen lebih rendah dari capaian periode yang sama tahun lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.