Kompas.com - 22/08/2016, 21:00 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo (kanan) dan Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis ikut lomba tarik tambang bersama warga  Desa Fohoeka, Kecamatan Nanet Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Distrik Suai, Timor Leste Kompas.com/Sigiranus Marutho BereMenteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo (kanan) dan Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis ikut lomba tarik tambang bersama warga Desa Fohoeka, Kecamatan Nanet Duabesi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berbatasan dengan Distrik Suai, Timor Leste
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menyatakan akan mempermudah pemasaran produk desa melalui e-commerce. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Sandojo mengatakan rencana tersebut masuk dalam program Satu Desa Satu Produk.

Dengan adanya pemasaran lewat e-commerce, jaringan pasar pedesaan akan menjadi semakin luas.  Tetapi, kalau tidak ada produk unggulan dalam satu kecamatan atau minimal satu desa, maka pemasaran melalui e-commerce akan susah.

"Saya ingin ke depan desa akan membantu kota, bukan kota membantu desa,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Senin (22/8).

Eko mengungkap, lebih dari separuh masyarakat Indonesia saat ini berada di desa. Menurut dia, terdapat 74.754 desa di Indonesia bisa diberdayakan yang nantinya bisa berikan dampak ekonomi.

"Tugas kami cuma satu, adalah bisa meningkatkan taraf hidup desa. Ada daerah yang masih tertinggal, meskipun ada juga yang sudah mulai berkembang dan maju. Sudah saatnya kami tidak hanya fokus pada infrastruktur tapi sudah waktunya kita melakukan pemberdayaan ekonomi juga," imbuhnya.

Menurut Eko, dana yang didapat desa bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan pendapatan masyarakat. Salah satunya adalah menghidupkan kembali Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Kami upayakan agar bagaimana industri bisa masuk ke desa. Atau desa bisa bikin pelatihan yang bisa bekerja di luar desa, sehingga bisa membawa income masuk ke desa," jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kompas TV Transaksi E-Commerce Indonesia Masih Rendah
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.