UU "Tax Amnesty" Akan Digugat PP Muhammadiyah, Ini Tanggapan Dirjen Pajak

Kompas.com - 30/08/2016, 11:58 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — PP Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi massa yang besar akan menggugat UU Pengampunan Pajak ke Mahkamah Konstitusi (MK). Lantas, apa tanggapan Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi?

"Kalau ada judicial review, ya bagi kami seperti disampaikan Bapak Presiden, apa sih yang enggak di-judicial review undang-undang ini?" ujar Ken di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Dirjen Pajak menyatakan akan menghadapi gugatan terhadap UU Pengampunan Pajak secara serius, termasuk dari PP Muhammadiyah.

"Sekaligus akan kami jelaskan secara bijak juga bahwa tujuan tax amnesty ini bukan untuk mendongkrak popularitas Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, bukan sama sekali. Ini untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Ken.

Oleh karena itu, ucap Ken, jajaran Kementerian Keuangan, termasuk semua pegawai pajak, akan all out menghadapi gugatan terhadap UU Pengampunan Pajak.

"Semua yang ada di sini kalau ada gugatan kami semua pegawai pajak, semua eselon II DJP akan hadir (di MK), termasuk saya," ucap pria kelahiran Malang pada 8 November 1957 silam itu.

Sebelumnya, PP Muhammadiyah mengatakan, ada beberapa alasan untuk menggugat tax amnesty ini. Pertama, UU tersebut dinilai melenceng dari tujuan tax amnesty.

Awalnya, tujuan tax amnesty adalah memberikan pengampunan kepada para konglomerat yang memarkirkan dananya di luar negeri agar dapat dikembalikan ke dalam negeri.

Namun, menurut PP Muhammadiyah, aturan baru itu meluas hingga rakyat biasa juga diwajibkan ikut program ini. Jika tidak ikut, kena sanksi.

"Kebijakan ini melenceng dari tujuan dan akan membebani masyarakat," kata Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bahri, seperti dikutip Kontan, Minggu (28/8/2016).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.