Kompas.com - 31/08/2016, 07:02 WIB
Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani di Jakarta, Rabu (22/6/2016). Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comKepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani di Jakarta, Rabu (22/6/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Industri layanan keuangan berbasis teknologi informasi atau financial technology (fintech) kian berkembang di Indonesia.

Dengan demikian, pengawasan dan pengaturan terhadap fintech semakin penting dilakukan untuk memitigasi kemungkinan terjadinya risiko.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengungkapkan, banyak perusahaan startup fintech yang malah meminta agar diawasi oleh OJK. Pasalnya, hal ini terkait dengan akses permodalan ke perbankan.

"Sudah banyak perusahaan startup fintech yang minta diawasi oleh OJK. Kami masih menyusun aturannya," kata Firdaus saat menjadi pembicara pada acara Indonesia Fintech Festival & Conference di ICE BSD, Selasa (30/8/2016).

Menurut Firdaus, perusahaan-perusahaan startup fintech yang meminta untuk diatur dan diawasi OJK tersebut menginginkan kepastian ketika akan mengajukan permodalan ke perbankan.

Pasalnya, tidak menutup kemungkinan perusahaan startup fintech membutuhkan suntikan modal agar dapat terus berkembang.

Ketika mereka datang ke bank untuk memperoleh akses permodalan, tidak jarang mereka menemui hambatan. Pihak perbankan mempertanyakan siapa yang mengatur dan mengawasi perusahaan startup fintech, apalagi dengan ada risiko yang bisa saja terjadi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka ditanya oleh perbankan, startup fintech itu diawasi oleh siapa. Makanya mereka minta agar OJK mengawasi," jelas Firdaus.

Firdaus mengungkapkan, OJK tidak akan memberikan pengaturan dan pengawasan yang berbelit bagi perusahaan startup fintech. Pasalnya, regulator pun tidak ingin perusahaan terbebani dengan banyaknya aturan.

Untuk tahap awal, pengawasan dan pengaturan dilakukan secara sederhana. Adapun aspek yang diatur antara lain mengenai pendaftaran, perizinan, penyelenggaraan usaha.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.