Semester I, PGN Raup Pendapatan Rp 18,72 Triliun

Kompas.com - 31/08/2016, 17:17 WIB
Dua petugas Tim Patroli Perusahaan Gas Negara (PGN) sedang berjalan di Kesambi, Cirebon untuk memastikan tdak terjadi gangguan pada saluran pipa gas alam, Rabu (17/8/2016). KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANIDua petugas Tim Patroli Perusahaan Gas Negara (PGN) sedang berjalan di Kesambi, Cirebon untuk memastikan tdak terjadi gangguan pada saluran pipa gas alam, Rabu (17/8/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah melemahnya minyak dunia, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mencatatkan pendapatan bersih di semester I 2016 sebesar 1,44 miliar dollar atau setara dengan Rp 18,72 triliun (asumsi rupiah Rp 13.000 per dollar AS).

Angka pendapatan tersebut naik sebesar 23 juta dollar bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,42 miliar dollar.

"Peningkatan pendapatan terutama diperoleh dari hasil kontribusi beroperasinya pipa transmisi gas bumi Kalija I, yang dioperasikan PT Kalimantan Jawa Gas," ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup dalam keterangan resminya, Rabu (31/8/2016).

Laba operasi pada semester I 2016 tercatat sebesar 262 juta dollar, sementara laba bersih sebesar 152 juta dollar AS.

Adapun EBITDA sebesar 431 juta dollar, naik sebesar 14 juta dollar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 417 juta dollar.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," ucapnya.

Selama periode Januari hingga Juni 2016, PGN telah menyalurkan gas bumi sebesar 1.613 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 1.554 MMSCFD.

Rinciannya, sepanjang semester I 2016 volume gas distribusi sebesar 796 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 790 MMSCFD dan volume transmisi gas bumi sebesar 816 MMSCFD, naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 763 MMSCFD.

Heri mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik.

Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat.

Heri mengungkapkan, PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional.

Pada semester I 2016 infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 186 km dan saat ini mencapai lebih dari 7.212 km atau setara dengan 76 persen pipa gas bumi hilir nasional.

"PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik dan turunnya harga minyak mentah dunia," tutup Heri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.