Pengusaha Smelter: Relaksasi Lagi Ekspor Mineral Mentah, Indonesia Bisa Dicap Bangsa Tidak Konsisten

Kompas.com - 07/09/2016, 18:59 WIB
Konferensi pers Asosiasi Perusahaan Pengolahan Pemurnian Indonesia (AP3I) menolak relaksasi ekspor mineral mentah, di Jakarta, Rabu (7/9/2016). Estu Suryowati/KOMPAS.comKonferensi pers Asosiasi Perusahaan Pengolahan Pemurnian Indonesia (AP3I) menolak relaksasi ekspor mineral mentah, di Jakarta, Rabu (7/9/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha pemurnian dan pengolahan mineral atau smelter yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Industri Pengolahan dan Pemurnian Indonesia (AP3I) melayangkan kritik keras terhadap rencana pelonggaran atau relaksasi mineral mentah (ore) yang tengah dikaji pemerintah.

Menurut Ketua Umum AP3I Prihadi Santoso, semangat hilirisasi yang ada pada Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) sangat baik.

"Kalau kita sendiri sebagai bangsa sudah tidak mematuhi ini (UU Minerba), tentu orang lain juga akan melihat bangsa ini sebagai bangsa yang tidak konsisten," kata Prihadi dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/9/2016).

UU Minerba menurutnya sangat selaras dengan bunyi konstitusi UUD 1945 pasal 33, untuk tujuan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, selama empat tahun atau sejak 2012 hingga 2016 sudah beroperasi 27 pabrik smelter baru dengan total investasi mencapai 12 miliar dollar AS dan menyerap tak kurang dari 15.000 tenaga kerja.

"Dengan UU 4/2009 ini saja sudah 27 smelter baru. Artinya bahwa investor itu percaya pada UU ini. Kita laksanakan saja," ucap Prihadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.