Menkeu Tegaskan Tak Ada Perpanjangan Waktu untuk Tarif Tebusan 2 Persen "Tax Amnesty"

Kompas.com - 08/09/2016, 19:18 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, ruang untuk memperpanjang tarif tebusan 2 persen amnesti pajak atau tax amnesty tidak ada.

Undang-Undang Pengampunan Pajak secara eksplisit sudah mengamanatkan tarif tebusan 2 persen hanya berlaku pada periode pertama yakni 1 juli 2016 hingga 30 September 2016.

"Sayangnya Undang-undang Pengampunan Pajak enggak bisa diubah Dan Kebijakan kemenkeu tidak bisa menganulir undang-undang," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/9/2016).

"Kalaupun ada harus ada amandemen. Karena itu sangat eksplisit mengenai timingnya. Yakni 2 persen ditiga bulan pertama. Sampai Desember 3 persen dan di 2017 sampai Maret 5 persen. Jadi ruang untuk bergerak disitu sama sekali tidak ada," tambah Menkeu.

Menjelang berakhirnya periode pertama program pengampunan pajak atau tax amnesty,  berbagai suara "nyaring" mulai muncul dari para pengusaha.

Sosialisasi tax amnesty periode pertama dinilai terlalu sempit sementara keinginan pengusaha untuk ikut program itu harus melalui proses administrasi yang memerlukan waktu yang tidak sedikit.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Ia membenarkan munculnya suara-suara dari tingkat bawah pengusaha.

"Itu benar. Bahkan kami sudah meminta dari Kadin untuk ini diperpanjang tarif tebusan dua persen sampai Desember lah untuk periode pertama ini," kata Rosan kepada Kompas.com.

Ada tiga alasan mengapa para pengusaha mulai menyuarakan perpanjangan pemberlakuan tarif tebusan 2 persen hingga Desember.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.