Kompas.com - 08/09/2016, 20:45 WIB
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Perjalanan bisnis di zaman sekarang dibarengi oleh makin pentingnya presentasi alias pemaparan materi, program, maupun proposal, khususnya secara digital. Presentasi, sebagaimana dikutip dari laman DoctorSlide.com, hari ini, merupakan kebutuhan kaum profesional di Indonesia.

Laman yang juga merupakan perusahaan rintisan berbasis digital (start up) sejak April 2016 itu membubuhkan catatan bahwa desain presentasi yang bagus akan membawa perspektif baru untuk merebut lebih banyak perhatian dari audiens presentasi. Pesan itulah yang disampaikan oleh CEO dan Co-Founder DoctorSlide.com Zukarlita.

Dalam teori presentasi, sedikitnya ada 18 syarat yang mesti dipenuhi misalnya pengenalan pada tujuan, lawan bicara, kekuatan pelaku presentasi hingga kemampuan bahasa tubuh agar audiens menjadi begitu tertarik. Tak ketinggalan, penguasaan pada teknologi berpresentasi juga menjadi tuntutan.

Salah satu tantangan yang mengemuka, menurut pandangan Zukarlita adalah memberikan nilai tambah pada penampilan presentasi. Celah inilah yang kemudian menjadi salah satu peluang yang dimanfaatkan untuk memudahkan profesional muda, khususnya, di tengah padatnya frekuensi kerja, mampu menampilkan presentasi yang memikat hati. "Hal ini yang menjadi gagasan untuk mampu memberikan nilai tambah dalam hal pembuatan dan penyajian presentasi," tutur Zukarlita.

Industri kreatif

Selain itu, sebagai start up asli Indonesia, kata Zukarlita lagi, pihaknya juga memunyai komitmen untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia. Sebagaimana diketahui, industri kreatif di Indonesia memunyai 16 subsektor. Termasuk di dalamnya adalah bidang desain dan konsultasi desain.

Pada 2016, pemerintah mematok target pertumbuhan industri kreatif di angka 5,7 persen, seturut catatan yang dikutip dari laman kemenperin.go.id. Industri kreatif adalah satu dari enam subsektor penyumbang perekonomian nasional di atas target pertumbuhan ekonomi nasional. Target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 2016 usai adalah 5,2 persen.  

Industri kreatif kata Zukarlita harus terpacu lebih cepat. Maka dari itulah, salah satu bagian pengembangan pada laman ini, lanjut Zukarlita adalah dengan mengarahkan tujuan pada model crowd sourcing. Istilah crowd sourcing atau urun daya adalah  proses untuk memperoleh layanan, ide, maupun konten tertentu dengan cara meminta bantuan dari orang lain secara massal, secara khusus melalui komunitas dalam jaringan.

Model ini bisa melibatkan banyak desainer grafis. Para desainer itu dapat membantu pembuatan desain presentasi. Hal ini merupakan strategi memacu dan mendukung pertumbuhan  industri kreatif.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.