Hingga 2025, Kebutuhan Rumah di Indonesia Tembus 30 Juta Unit

Kompas.com - 17/09/2016, 19:51 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
|
EditorWisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyediaan rumah menjadi salah satu bagian penting dalam majunya sebuah negara. Rumah menjadi pilar tumbuh kembangnya keluarga yang baik dari sisi kesejahteraan, kesehatan hingga aspek sosial.

Kementerian Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan memperkirakan hingga tahun 2025 angka kebutuhan rumah di Indonesia mencapai 30 juta unit.

"Kebutuhan akan perumahan hingga tahun 2025 diperkirakan mencapai lebih dari 30 juta unit, sehingga kebutuhan rumah baru diperkirakan mencapai 1,2 juta unit per tahun," ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Maurin Sitorus dalam diskusi Harian Kompas dan Radio Sonora di Kampus UGM, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Menurut dia, mengacu pada UUD 1945, setiap warga negara Indonesia harus mendapatkan tempat tinggal atau rumah layak huni.

"Namun dalam kenyataannya, negara masih belum mampu dan jauh dapat memenuhi dan melaksanakan kewajiban untuk menyediakan rumah layak huni bagi rakyat lndonesia," tambahnya.

Maurin menjelaskan, dengan kebutuhan rumah yang terus meningkat setiap tahunnya, di sisi lain ada keterbatasan dalam pelaksanaannya.

"Keterbatasan lahan dalam memenuhi kebutuhan tanah untuk perumahan terus menjadi masalah yang memerlukan penanganan secara komprehensif," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, lanjut Maurin, kekurangan rumah (backlog) berdasarkan konsep kepemilikan mencapai 13,5 juta unit. Adapun kekurangan rumah berdasarkan konsep penghunian 2014 sebanyak 7,6 juta unit.

Selain itu, dia menambahkan untuk mengatasi berbagai persoalan dalam penyediaan rumah bagi masyarakat adalah dengan sinergitas antar lembaga negara dan pihak swasta.

"Perlunya kolaborasi antara pemerintah, perbankan, developer hingga akademisi dalam rangka menyediakan perumahan kepada masyarakat berbasis pembiayaan kolektif untuk mewujudkan pembangunan perumahan yang berkelanjutan," ungkapnya.

Menurut Maurin, ke depan dalam pembangunan sejuta rumah akan memberikan efek domino berupa solusi atasi pengangguran karena bisa menyerap banyak tenaga kerja dalam program tersebut.

"Sektor perumahan merupakan sektor yang luar biasa pentingnya, strategisnya bagi perekonomian, sektor perumahan adalah lokomotif perekonomian karena berkaitan dengan 170 industri lain. Jika sektor perumahan bergerak, maka 170 sektor industri lain bergerak," pungkas Maurin.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.