Ada La Nina, Produksi Gula Tahun Ini Diprediksi Turun

Kompas.com - 20/09/2016, 22:40 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai rapat dengan GPMT di Kementan, Jakarta, Senin (19/9/2016). Pramdia Arhando JuliantoMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman usai rapat dengan GPMT di Kementan, Jakarta, Senin (19/9/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman memprediksi fenomena alam La Nina akan memengaruhi produksi gula nasional.

Mentan menjelaskan, hingga kini produksi gula berasal dari tebu yang menghasilkan rendemen. Saat La Nina datang, rendemen tebu biasanya akan menurun.

Dengan turunnya rendemen tebu, maka akan mempengaruhi produksi gula secara signifikan.

"Pada tahun lalu, produksi gula mencapai 2,5 juta ton, sedangkan tahun ini diprediksi sebesar 2,2 juta ton," ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Menurut Menteri asal Bone, Sulawesi Selatan itu, penurunan produksi memang kerap terjadi saat fenomena La Nina datang.

La Nina merupakan fenomena mendinginnya suhu muka laut di Samudera Pasifik area khatulistiwa, yang mendorong bertambahnya suplai uap air bagi Indonesia. Curah hujan pun akan cenderung meningkat. 

 

Untuk meminimalisir dampak fenomena alam tersebut, Amran menjelaskan pihaknya akan memperluas areal tanam tebu agar produksi meningkat.

"Kami ada program yang selesai pada empat hingga lima tahun ke depan, yakni perluasan lahan 380 hektare lahan tebu," ungkap Amran.

Untuk memudahkan dan mempercepat produksi, lahan yang diperluas merupakan lahan yang ada di sekitar pabrik-pabrik gula yang telah beroperasi di Indonesia.

Beberapa lokasi di antaranya adalah Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung. Perluasan lahan di Pulau Jawa pun akan menggandeng BUMN Perhutani.

Adapun terkait impor gula, Amran sangat mendukung apabila importir gula diwajibkan untuk membuka lahan penanaman tebu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.