KPPU Sarankan Proses Penunjukan Importir Gula dengan Sistem Tender

Kompas.com - 21/09/2016, 05:31 WIB
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyarankan kepada lembaga atau kementerian agar penunjukan importir gula dilaksanakan secara transparan. Salah satunya adalah dengan mekanisme tender.

"Jika tidak dilakukan secara transparan maka, akan menjadi peluang pelaku usaha dengan memanfaatkan pihak-pihak yang bisa mempengaruhi agar izin impor diberikan ke pelaku usaha tersebut," ujar Direktur Penindakan KPPU Gopprera Panggabean, dalam sebuah dialog, Jakarta, Senin (19/9/2016).

Namun demikian, pihaknya tidak menjamin mekanisme tender bisa menghilangkan praktek kecurangan dalam penunjukan importir gula. Akan tetapi, mekanisme tersebut akan mengecilkan praktik suap.

Sekedar informasi, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerbitkan izin impor gula mentah (raw sugar) sebanyak 260.000 ton yang diberikan kepada Perum Bulog. Impor gula mentah ini dilakukan dalam rangka stabilitasi harga gula.

Namun, Bulog tidak memiliki Angka Pengenal Importir Produsen (APIP) yang merupakan salah satu syarat untuk mengimpor gula mentah. Sehingga, Bulog bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki APIP.

Terdapat lima perusahaan yang mendapat jatah impor dari Bulog yakni PT Jawamanis Rafinasi, PT Dharmapala Usaha Jaya, PT Duta Sugar International, PT Kebun Tebu Mas, dan PT Berkah Manis Makmur.

Dalam pendistribusian gula impor ke daerah, Bulog juga bekerja sama dengan perusahaan swasta sebagai mitra penyalur. Penunjukan perusahaan swasta sebagai mitra penyalur ini dilakukan di kantor divisi regional Bulog dan tidak melalui proses tender.

Siapapun perusahaan swasta bisa menjadi mitra penyalur gula Bulog asalkan memenuhi persyaratan. Persyaratan tersebut antara lain, memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) perusahaan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), memiliki infrastruktur untuk distribusi, memiliki jaringan perdagangan yang luas dan bersedia menjual gula dengan Harga Eceran Tetap (HET) sebesar Rp 12.500 per kilo gram.

Saat ini, terdapat 57 perusahaan swasta sebagai mitra penyalur gula yang diimpor Bulog ke daerah-daerah di Indonesia. Termasuk perusahaan penyuap Irman Gusman dalam kasus suap kuota impor gula yakni CV Semesta Berjaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.