Koordinasi Pusat dan Daerah Kurang, Pembangunan Kawasan Industri Kendal Terhambat

Kompas.com - 25/09/2016, 17:15 WIB
Ketua komisi A DPRD Kendal, Masruhan.  Kompas.Com / slamet priyatin Kontributor Kendal, Slamet PriyatinKetua komisi A DPRD Kendal, Masruhan. Kompas.Com / slamet priyatin
|
EditorAprillia Ika

KENDAL, KOMPAS.com - Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, Masruhan mengatakan, lambatnya pembangunan Kawasan Indutri Kendal (KIK) dikarenakan kurang koordinasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Kendal dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pemerintah pusat.

Untuk itu, Masruhan, meminta kepada Bupati Kendal yang baru, supaya melakukan koordinasi. Sehingga pembangunan KIK bisa secepatnya terwujud.

“Lokasi KIK sangat bagus. Selain dekat dengan Semarang, sudah didukung dengan adanya pelabuhan, “ kata Masruhan, Jumat ( 23/9/2013).

Masruhan berharap, pembangunan KIK bisa secepatnya selesai, dan perusahaan -perusahaan besar ada di dalamnya. Jika sudah berdiri perusahaan di kawasan KIK, akan bisa menyerap tenaga kerja.

“Maka pengangguran bisa berkurang,” jelasnya.

Terkait dengan hal itu, Bupati Kendal Mirna Anissa, mengaku jika dirinya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian terkait. Jadi, apa yang diharapkan oleh ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, sudah dia lakukan.

“Kami meminta progress ke KIK secara periodik dan selalu kami laporan ke Kementerian,” tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca: Puluhan Investor Masuk Kawasan Industri Kendal Jawa Tengah)

Kompas TV Ribuan Buruh Karawang Blokade Kawasan Industri
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.