Sampoerna Belum Tentukan Besaran Kenaikan Harga Terkait Kenaikan Cukai Rokok

Kompas.com - 03/10/2016, 14:13 WIB
Indomaret Point Ampera, Jakarta Selatan. Nibras Nada NailufarIndomaret Point Ampera, Jakarta Selatan.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah belum lama ini telah memutuskan untuk menaikan tarif cukai rokok dengan rata-rata sebesar 10,54 persen. Sementara untuk kenaikan harga jual rokok eceran ditetapkan sebesar 12,26 persen.

Namun demikian, dengan adanya kenaikan tarif cukai tersebut, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia yakni PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) belum bisa menentukan besaran kenaikan harga jual produknya.

"Belum bisa dianalisa karena tarif detilnya belum muncul, harga banderolnya belum muncul. Kami tunggu sampai angka keluar karena struktur cukai cukup kompleks. Ada 12 strata, kami tunggu sampai angka keluar banderolnya berapa baru kami bisa lebih," ujar Member of Board Directors HMSP, Yos Adiguna Ginting di Gedung BEI, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Yos menambahkan, pemerintah juga harus berhati-hati dalam menaikan cukai rokok. Karena menurutnya, industri rokok memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian negara. Apalagi penerimaan negara dari sektor ini terbilang cukup besar.

"Secara umum sektor ini penting buat Indonesia baik penerimaan negara, maupun penyerapan tenaga kerja. Maka perlu perhatian yang besar," tambahnya.

Menurut Yos, besaran kenaikan harga akan diinformasikan setelah dilakukan evaluasi dari perseroan.

"Tunggu beberapa hari pasti setiap pabrikan sudah bisa beri karena masing-masing merek, dia di tipe mana, range harga berapa angka beda-beda. Tunggu satu atau dua hari hasil evalusi kami," tutur Yos.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sekadar informasi, pemerintah melalui Menteri Keuangan, mengeluarkan kebijakan cukai baru yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 147/PMK.010/2016 terkait kenaikan tarif tertinggi cukai hasil tembakau sebesar 13,46 persen untuk jenis hasil tembakau Sigaret Putih Mesin (SPM).

Lalu kenaikan tarif terendah adalah nol persen untuk hasil tembakau Sigaret Kretek Tangan (SKT) golongan III B, dengan kenaikan rata-rata tertimbang sebesar 10,54 persen.

Selain menaikkan tarif cukai hasil tembakau, harga jual eceran (HJE) juga dinaikkan rata-rata sebesar 12,26 persen.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.