Krisis Ekonomi Makin Parah, Inflasi Venezuela Tembus 1.500 Persen di 2017

Kompas.com - 14/10/2016, 12:30 WIB
Aksi unjuk rasa memprotes dan menuntut Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mundur pada 11 Mei 2016 di Caracas. AFP/Federico ParraAksi unjuk rasa memprotes dan menuntut Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mundur pada 11 Mei 2016 di Caracas.
|
EditorAprillia Ika

NEW YORK, KOMPAS.com - Situasi ekonomi di Venezuela semakin hari semakin buruk. Para ahli memandang, kondisi ekonomi di negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia itu cenderung tidak akan mengalami perbaikan.

Venezuela kekurangan banyak bahan-bahan kebutuhan dasar dan inflasi semakin tidak terkendali.

UBS memproyeksikan inflasi Venezuela akan mencapai 700 persen pada tahun 2016 dan melonjak menjadi 1.500 persen pada tahun 2017 mendatang.

"Situasi ini sangat mengerikan. Kami memprediksi ekonomi (Venezuela) terkontraksi setidaknya 11,5 persen, inflasi mencapai 700 persen, sudah menjadi yang tertinggi di dunia," kata Diego Moya-Ocampos, analis senior Amerika Latin di IHS Country Risk, seperti dikutip dari CNBC, Jumat (14/10/2016).

Moya-Ocampos menjelaskan, Venezuela mengalami kekurangan bahan pangan dan obat-obatan. Anak-anak maupun manula di negara tersebut dalam kondisi yang memprihatinkan.

Ekonom utama pada lembaga analisis risiko Verisk Maplecroft, Michael Henderson menjelaskan, krisis ekonomi yang berujung pada krisis kemanusiaan di Venezuela disebabkan 15 tahun kebijakan populis oleh pemerintah Venezuela.

"Pemerintah membuat perusahaan swasta ketakutan dan nasionalisasi ekonomi domestik berujung pertumbuhan yang stagnan dan inefisiensi kronis," ujar Henderson.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengungkapkan, investasi pada kapasitas produktif dan infrastruktur di Venezuela tidak bisa menjawab permintaan yang teeus tumbuh, didorong kebijakan moneter dan fiskal yang sangat longgar.

Menurut Henderson, ini adalah paduan "beracun" yang mendorong akselerasi inflasi yang sangat cepat. Ekonomi Venezuela sangat bergantung pada minyak.

Sehingga, anjloknya harga minyak dalam beberapa tahun terakhir sangat memukul negara itu, terlihat dari masalah yang parah pada neraca pembayaran.

"Tidak peduli apakah pemerintah bisa menghindari masalah utang di jangka pendek, masalah makroekonomi yang tak dapat dihindari akan segera menghampiri dan dapat memberikan dampak yang sangat menyakitkan bagi rumah tangga maupun bisnis," jelas Henderson.

Kompas TV Penyebab Krisis Ekonomi Menurut Mahathir Mohammad
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.