Angkasa Pura I Gelar Latihan Keadaan Darurat di Bandara I Gusti Ngurah Rai

Kompas.com - 18/10/2016, 17:31 WIB
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pesawat Angkasa Air jenis Airbus A-330 seri 300 PK – DPS dengan nomor penerbangan DPS 089 rute Australia menuju Denpasar mengalami gangguang teknis ketika landing.

Akibatnya, pesawat yang mengangkut 200 orang tersebut mengalami crash dan tergelincir saat landing di runway 27.

Akibat kejadian tersebut, sebanyak 25 orang meninggal dunia, 45 orang mengalami luka berat, sisanya mengalami luka ringan.

Kejadian tersebut bukanlah sungguhan, melainkan bagian dari skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Dirgantara Raharja ke 89 PT Angkasa Pura I (Persero), yang dilaksanakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar.

Latihan yang dilakukan secara rutin ini, melibatkan sekitar 500 personel, yang terdiri dari Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee dari Angkasa Pura I, Perum LPPNPI, TNI/Polri, Basarnas, pemadam kebakaran, serta rumah sakit di sekitar Denpasar.

"Kegiatan ini merupakan latihan terpadu yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan untuk menguji fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando antarunit. Kegiatan ini juga untuk melatih dan memantapkan kemampuan personel sesuai dengan bidang tugas masing-masing," ujar Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose  Selasa (18/10/2016).

Latihan PKD ini tidak hanya latihan untuk penanganan pada kecelakaan pesawat atau aircraft crash saja, namun juga dilakukan simulasi kebakaran gedung atau domestic fire dan juga teror bom di bandara atau aviation security exercise.

Terdapat hal yang unik di dalam latihan teror bom, yakni skenario latihan dibuat secara tertutup. Jadi, para personil tidak diberi tahu kapan dan di mana mereka akan melakukan aksinya.

“Hal ini untuk melihat bagaimana kesiapan para personil jika sewaktu – waktu hal tersebut terjadi, sehingga segala sesuatunya dibuat secara real," ujar Wendo.

Wendo menambahkan, bahwa dalam bisnis kebandarudaraan, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama yang bersifat mandatory dan wajib dijadikan perhatian ekstra karena menyangkut keselamatan jiwa manusia.

"Terlebih lagi ini adalah bandara yang menjadi sorotan dunia. Sebagai destinasi pariwisata favorit di mata dunia, maka Bandara I Gusti Ngurah Rai harus benar–benar siap dalam melayani dan memberikan kenyamanan serta keselamatan penerbangan bagi seluruh pengguna jasa bandara," imbuhnya.

Sepanjang tahun 2016, Angkasa Pura I telah melaksanakan latihan seperti ini di empat bandara, yaitu di Bandara Adi Soemarmo Surakarta, Bandara Frans Kaisiepo Biak, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Direncanakan di tahun 2017 mendatang akan kembali di gelar di lima bandara lain.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.