Tumbuh 37,42 Persen, Laba BNI Syariah Rp 215,23 Miliar pada Kuartal III 2016

Kompas.com - 20/10/2016, 14:30 WIB
Gerai BNI Syariah di Kantor Kementerian Agama, Pejambon, Jakarta Pusat. BNI Syariah memanfaatkan jaringan teknologi milik BNI konvensional untuk mengembangkan kinerja. 

Josephus PrimusGerai BNI Syariah di Kantor Kementerian Agama, Pejambon, Jakarta Pusat. BNI Syariah memanfaatkan jaringan teknologi milik BNI konvensional untuk mengembangkan kinerja.
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank BNI Syariah melaporkan pertumbuhan laba bersih pada kuartal III 2016 yang tumbuh sebesar 37,42 persen.

Dengan demikian, laba bersih BNI Syariah tercatat sebesar Rp 215,32 miliar pada kuartal III 2016, dibandingkan Rp 156,62 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menjelaskan, pihaknya bersyukur masih dapat membukukan kinerja keuangan yang baik. 

Padahal, BNI Syariah berada di tengah perlambatan ekonomi global yang berimbas pada perekonomian nasional yang belum terlalu menggembirakan pula.

Imam mengungkapkan, tumbuhnya laba bersih pada kuartal III 2016 didorong ekspansi pembiayaan dengan kualitas yang terjaga.

“Di sisi lain, hal ini dikontribusikan oleh komposisi rasio dana murah dan efisiensi operasional yang juga terus membaik,” kata Imam di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Pertumbuhan aset BNI Syariah secara tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 17,88 persen dari Rp 22,75 triliun pada September 2015 menjadi Rp 26,82 triliun pada September 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Imam, pertumbuhan aset ini didorong pertumbuhan pada sisi pembiayaan. BNI Syariah melaporkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15,09 persen pada kuartal III 2016.

Sementara itu, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal III 2016 tercatat sebesar 20,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Imam mengungkapkan, pertumbuhan laba bersih BNI Syariah pada kuartal III 2016 juga disumbang oleh upaya mempertahankan efisiensi di semua bidang.

Hal ini terlihat dari komposisi BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasional ) yang turun dari 91,60 persen pada September 2015 menjadi 86,28 persen pada September 2016.

Kompas TV Ekonomi Syariah Kian Redup 2016, Kok Bisa?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.