Kuartal III 2016, BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp 19,53 Triliun

Kompas.com - 20/10/2016, 15:30 WIB
Logo BNI Syariah. BNI Syariah bermula sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) BNI konvensional yang mulai beroperasi pada 29 April 2000. Selanjutnya, pada 19 Juni 2010, status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS). PrimusLogo BNI Syariah. BNI Syariah bermula sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) BNI konvensional yang mulai beroperasi pada 29 April 2000. Selanjutnya, pada 19 Juni 2010, status BNI Syariah meningkat menjadi Bank Umum Syariah (BUS).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank BNI Syariah melaporkan total pembiayaan yang telah disalurkan selama kuartal III 2016 sebesar Rp 19,53 triliun.

Realisasi ini tumbuh dibandingkan Rp 16,97 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono menyatakan, peningkatan penyaluran pembiayaan tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan.

Rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) BNI Syariah pada kuartal III 2016 tercatat sebesar 3,03 persen, di bawah rata-rata industri perbankan syariah nasional.

“Dari total pembiayaan sebesar Rp 19,53 triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer, yaitu 53,46 persen,” ujar Imam di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Selain ke sektor konsumer, sebesar 22,53 persen dari total penyaluran pembiayaan BNI Syariah disalurkan ke sektor ritel produktif atau Usaha Kecil Menengah (UKM).

Sementara itu, sebanyak 16,21 persen dari total pembiayaan BNI Syariah disalurkan ke sektor pembiayaan komersial.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di samping itu, 5,85 persen dari total pembiayaan disalurkan ke sektor mikro dan kartu pembiayaan Hasanah Card sebesar 1,93 persen.

“Untuk pembiayaan konsumer, sebagian besar portfolio merupakan BNI Griya i B Hasanah, yakni sebesar 85,51 persen,” ungkap Imam.

Hingga kuartal III 2016, dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah tercatat sebesar Rp 22,77 triliun, meningkat dibandingkan Rp 18,93 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Rasio dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) pada kuartal III 2016 tercatat sebesar 47,42 persen dibandingkan 43,78 persen pada kuartal III 2015.

Kompas TV Ekonomi Syariah Kian Redup 2016, Kok Bisa?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.