Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 24/10/2016, 12:55 WIB
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi XI DPR-RI dari fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno menyatakan, dirinya setuju dengan pengurangan lapisan (layer) tarif cukai yang sebelumnya terdapat 12 lapis tarif, menjadi delapan atau sembilan lapis tarif di 2018.

"Setuju, memang lapisan cukai harus dibuat lebih sederhana, saya yakin dengan layer yang lebih sederhana tingkat kepatuhannya juga akan semakin tinggi, karena orang tidak ingin berurusan dengan sesuatu yang rumit," ujar Hendrawan dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Senin (24/10/2016).

Hendrawan menilai, perampingan layer tarif cukai yang dilakukan bertahap hingga menyisakan delapan atau sembilan lapisan tarif pada 2018.

Besaran angka tersebut dinilai sudah cukup ideal, namun penyederhanaan lain tetap memungkinkan untuk dilakukan.

"Untuk saat ini pengurangan menjadi delapan layer itu sudah cukup ideal, karena tidak mungkin juga langsung turun menjadi enam layer secara cepat," lanjutnya.

Cukai Rokok

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyebutkan, pengurangan layer tarif cukai akan dilakukan secara bertahap.

Misalnya, sepanjang 2017 pemerintah akan mengecilkan kesenjangan antar-lapisan untuk tarif cukai rokok, sebelum memangkas sejumlah lapisan tarif pada 2018.

Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan produsen untuk menyesuaikan tarif cukai dengan tipe rokok, klasifikasi usaha berdasarkan jumlah produksi, dan harga jual eceran (HJE) minimum.

"Layer kami sudah rencanakan ke depan akan makin kecil, saat ini ada 12 layer. Nanti 2017 kami mengecilkan jarak antar-layer, tapi tetap sama 12," kata Heru.

"Pemerintah berharap dengan kebijakan ini jangan sampai dimanfaatkan mengubah pita cukai dari harga murah, lalu ditempelkan ke harga rokok yang lebih mahal."

Kompas TV Pemerintah Naikkan Cukai Rokok Tahun Depan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+