Perbankan Syariah Indonesia Diklaim sebagai yang Terbesar di Dunia

Kompas.com - 27/10/2016, 12:45 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. Dok Bank IndonesiaGubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.
|
EditorAprillia Ika

SURABAYA, KOMPAS.com – Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan perkembangan keuangan komersial syariah di Indonesia telah mengalami tren penurunan sejalan dengan kondisi yang terjadi pada perkembangan keuangan komersial syariah global.

Hal ini khususnya terjadi pada periode 2012 sampai 2015.

Pada tahun 2015, pertumbuhan perbankan syariah mencapai titik terendahnya secara tahunan, yakni 8,8 persen.

Ini dibandingkan 9,2 persen pertumbuhan perbankan konvensional secara tahunan.

Akan tetapi, pada 2016, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia mengalami rebound hingga mencapai 12 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara itu, pertumbuhan perbankan konvensionl hanya mencapai 7,2 persen (yoy).

Meski sudah mencapai pertumbuhan hingga dua digit, perbankan syariah masih memiliki pangsa pasar yang stagnan, yakni 4,8 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Meskipun demikian, perbankan syariah Indonesia diklaim sebagai perbankan ritel syariah terbesar di dunia dengan lebih dari 18 juta nasabah dan lebih dari 4.500 kantor cabang pada tahun 2015,” ungkap Agus dalam sambutannya pada acara Indonesia Syari’a Economic Festival di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/10/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyoroti perkembangan sukuk di Indonesia yang menunjukkan tren penurunan sukuk korporasi pada periode 2009-2014 dan sukuk pemerintah pada periode 2011-2014.

Namun, pertumbuhan sukuk telah mengalami rebound sebesar 39,4 persen pada tahun 2015 dan 29,8 persen pada Juli 2016 untuk sukuk korporasi.

Sementara itu, pertumbuhan sukuk pemerintah pada tahun 2015 mencapai 39,7 persen dan 36,28 persen pada Juli 2016.

Pangsa pasar sukuk pada Juli 2015 telah mencapai 3,8 persen untuk sukuk korporasi dan 15,6 persen untuk sukuk pemerintah.

Kompas TV Ekonomi Syariah Kian Redup 2016, Kok Bisa?
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.