Menteri Airlangga Imbau Pengelola Kawasan Industri Tingkatkan Daya Saing

Kompas.com - 27/10/2016, 19:42 WIB
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto membahas gas industri di Kantor Redaksi Kompas, Senin (24/10/2016). Iwan Supriyatna/KOMPAS.comMenteri Perindustrian, Airlangga Hartarto membahas gas industri di Kantor Redaksi Kompas, Senin (24/10/2016).
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meminta kepada para pengembang dan pengelola kawasan industri untuk meningkatkan daya saing kawasan industri di Indonesia.

"Hal ini untuk menambah daya tarik bagi para investor agar terus berekspansi di kawasan industri," ujarnya dalam Seminar Nasional dan Musyarawah Nasional VII Himpunan Kawasan Industri Industri (HKI) di Jakarta, Kamis (27/10/2016).

Airlangga menilai, prospek pengembangan kawasan industri di Indonesia ke depan sangat menjanjikan seiring permintaan lahan kawasan industri yang semakin meningkat.

Untuk itu, kata Menperin, kawasan industri harus saling terkoneksi dan terintegrasi sehingga tidak membebani infrastruktur jalan di sekitarnya.

“Pengelola kawasan industri juga harus bersinergi dengan pemerintah daerah setempat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang muncul," jelasnya.

Selain itu, kata Menperin, kawasan industri perlu memperhatikan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk dapat saling terkait dengan industri menengah dan besar yang ada di dalam kawasan industri.

Airlangga meyakinkan, apabila upaya-upaya tersebut dapat terlaksana dengan baik maka akan meningkatkan daya saing kawasan industri sekaligus membawa dampak berganda terhadap perekonomian masyarakat dan negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hal ini sesuai keinginan Bapak Presiden dalam Nawa Cita untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan melalui peningkatan produktivitas rakyat dan daya saing,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum HKI Sanny Iskandar mengatakan, pihaknya telah menjadi mitra strategis pemerintah terutama Kementerian Perindustrian.

“HKI merupakan wadah tunggal bagi pengembang dan pengelola kawasan industri yang berstatus berikat, lingkungan industri kecil dan yang berstatus kawasan ekonomi khusus,” terangnya.

Kemenperin mencatat, pembangunan kawasan industri yang dikelola oleh BUMN atau BUMD maupun swasta telah tersebar di 15 provinsi atau 34 kabupaten atau kota.

Sebanyak 73 perusahaan kawasan industri terdaftar menjadi anggota HKI dengan total area seluas 54.650,52 hektar.

"Kawasan industri telah berhasil merealisasikan beroperasinya industri manufaktur di dalamnya sebanyak 9.200 perusahaan yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 3,68 juta orang,” ungkap Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.