BI Dorong Penguatan Keuangan Sosial Syariah Melalui Zakat dan Wakaf

Kompas.com - 27/10/2016, 20:27 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar dalam peluncuran buka Dinamika Produk & Akad Keuangan Syariah di Indonesia di Surabaya, Rabu (26/10/2016). Sakina Rakhma Diah Setiawan/Kompas.comDeputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hendar dalam peluncuran buka Dinamika Produk & Akad Keuangan Syariah di Indonesia di Surabaya, Rabu (26/10/2016).
|
EditorM Fajar Marta

SURABAYA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memandang pentingnya penguatan keuangan sosial syariah dengan zakat dan wakaf.

Pasalnya, pemanfaatan zakat dan wakaf dapat menjadi penangkal gangguan perekonomian, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Deputi Gubernur BI Hendar mengungkapkan, sebenarnya sudah lama dipikirkan bagaimana pemanfaatan keuangan sosial, dengan dana dan aset yang berasal dari zakat dan wakaf dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat.

Hal ini sejalan dengan kondisi pasca krisis keuangan global, ada tantangan peningkatan pertumbuhan ekonomi namun stabilitas harus terjaga.

Saat ini penguatan ekonomi syariah masih menitikberatkan pada pengembangan pembiayaan dan instrumen keuangan komersial melalui perbankan dan pasar keuangan. Pada saat yang sama, pemanfaatan zakat dan wakaf masih minim.

"Upaya penguatan pembiayaan sosial melalui zakat dan wakaf belum banyak dilakukan. Zakat dan wakaf dapat berperan penting dalam memperkuat stabilitas sistem keuangan," kata Hendar pada acara Indonesia Syari'a Economic Festival di Surabaya, Kamis (27/10/2016).

Oleh karena itu, ujar Hendar, bank sentral melihat adanya peluang untuk menginisiasi dan mengakselerasi keuangan sosial sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pada saat yang sama, keuangan sosial mampu menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hendar mengungkapkan, saat ini dibutuhkan sumber pertumbuhan dari dalam negeri guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada saat bersamaan, untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dibutuhkan sumber pembiayaan yang aman dan inklusif.

"Pendekatan pembiayaan ekonomi (sosial syariah) menurut kami merupakan jembatan dari kedua tujuan tersebut," jelas Hendar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.