Pembangunan Kawasan Industri Kendal Pacu Kontribusi Jateng untuk Ekonomi Nasional

Kompas.com - 14/11/2016, 15:30 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kanan) dan Menlu Retno LP Marsudi jumpa pers di Puri Gedeh Semarang, Minggu (13/11/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinMenteri Perindustrian Airlangga Hartanto, bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kedua dari kanan) dan Menlu Retno LP Marsudi jumpa pers di Puri Gedeh Semarang, Minggu (13/11/2016)
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna meningkatkan kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian nasional, pemerintah mendorong percepatan pengembangan Kawasan Industri Kendal (KIK).

Dengan itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempelopori pengembangan KIK melalui penyusunan masterplan dan rencana kawasan strategis ekonomi Jawa Tengah menjadi kawasan ekonomi khusus berbasis kawasan industri.

“Pasalnya, kontribusi Jawa Tengah terhadap ekonomi nasional saat ini masih sekitar 9,7 persen atau di bawah Jawa Barat sebesar 27 persen dan Jawa Timur yang mencapai 18 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi kepada Kompas.com saat konfrensi pers di Kendal, Jawa Tengah, Senin (14/11/2016).

Turut hadir pada kesempatan ini, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pendiri PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, Presiden Direktur PT Jababeka Tbk. Budianto Liman dan CEO Sembcorp Development Kelvin Teo.

KIK merupakan usaha patungan antara PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte. Ltd., anak perusahaan Sembawang Development Ltd. asal Singapura.

Airlangga mengatakan, Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, menetapkan KIK sebagai proyek strategis nasional yang mendapatkan kemudahan dalam perizinan dan non perizinan.

"Misalnya, kemudahan layanan investasi langsung konstruksi yang memberikan kemudahan untuk perusahaan secara paralel mengurus IMB, izin lingkungan, dan izin lainnya untuk mempercepat pembangunan,” jelasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Airlangga yakin, kehadiran KIK dapat membantu perekonomian lokal dan regional Jawa Tengah dengan menciptakan lapangan pekerjaan baik secara langsung maupun tidak langsung, mencetak pasar baru, dan mempersiapkan kota baru sebagai kutub aktivitas pendukung lainnya.

“Saat ini sudah ada 20 perusahaan berkomitmen berinvestasi di KIK, yang terdiri dari investor Jepang, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Ke-20 perusahaan tersebut akan menyerap tenaga kerja sebanyak 4.035 orang dengan okupansi lahan 31 hektare dan nilai investasi sebesar Rp 4,3 triliun,” paparnya.

Sementara itu, Ganjar mengaku optimistis, pembangunan KIK memicu pertumbuhan ekonomi Jateng karena akan banyak perusahaan yang masuk.

“Kami akan memberikan dukungan dan insentif, antara lain melalui infrastruktur pelabuhan dan jalur rel kereta yang terintegrasi,” ujarnya.

Menurut Ganjar, pesatnya pergerakan dunia bisnis dan ekonomi di Jateng, menurut Ganjar, membuat banyak investor tertarik untuk masuk dan menanamkan modalnya.

“Salah satu yang menarik dari potensi penanaman modal tersebut adalah ketersediaan lahan dan dukungan para stakeholder yang siap mendukung segala investasi yang masuk. Mulai dari ketersediaan pinjaman dana usaha dari bank, tenaga kerja yang melimpah, hingga kawasan industri dan wadah sharing pelaku bisnis,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.